Pengaruh Value Added Intellectual Coeffition (VAICTM) terhadap Return on Assets (ROA), Assets turnover (ATO), dan Market to Book Value (MtBV) pada Perushaan Jasa Non-Keuangan yang listing di Bursa Efek Indonesia periode 2012-2014

Amalia, Rike. 2016. Pengaruh Value Added Intellectual Coeffition (VAICTM) terhadap Return on Assets (ROA), Assets turnover (ATO), dan Market to Book Value (MtBV) pada Perushaan Jasa Non-Keuangan yang listing di Bursa Efek Indonesia periode 2012-2014. Skripsi, Jurusan Akuntansi, Fakultas Ekonomi, Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I): Dr. H. Cipto Wardoyo, S.E., M.Pd., M.Si., Ak., CA. (II) Dr. Eka Ananta Sidharta, S.E., M.M. Ak., CA
Kata Kunci: Resource Based Theory, Intellectual Capital, Return on Assets, Assets Turn Over, Market to Book Value, Canonical Correlation Analysis.
Era perkembangan pesat pada teknologi informasi dan pengetahuan telah mengubah lingkungan bisnis menjadi semakin kompetitif. Pelaporan keuangan yang biasanya tefokus pada kinerja keuangan perusahaan mulai dirasa kurang memadai di dalam melaporkan kinerja perusahaan. Beberapa informasi-informasi lain yang perlu disampaikan kepada pengguna laporan keuangan, yaitu mengenai adanya nilai tersembunyi (hidden value) yang dimilki oleh perusahaan. Nilai item yang tidak tercantum tersebut kemudian banyak dikenal diyakini sebagai knowledge capital (modal pengetahuan) atau intellectual capital. Fenomena keberadaan IC dapat dipahami dalam rerangka teori yang dikenal dengan teori berbasis sumber daya atau resource-based theory (RBT).
Tujuan dari penelitian adalah untuk mengetahui pengaruh value added intellectual capital terhadap Return On Assets (ROA), Assets turn over (ATO), dan Market to Book Value (MtBV) yang diukur dengan model VAICTM dengan alat analisis canonical correlation analysis untuk mencari pengaruh antara variabel x dan beberapa variabel y. Data yang digunakan adalah data sekunder berupa laporan keuangan tahunan perusahaan yang bersumber dari situs resmi Bursa Efek Indonesia dan situs resmi perusahaan. Populasi dalam penelitian ini adalah perusahaan jasa-non keuangan yang listing di BEI tahun 2012-2014 sebanyak 103 perusahaan. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini sebanyak 50 dengan periode 3 tahun sehingga total 150 perusahaan. Pengambilan sampel menggunakan teknik purposive sampling.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa, (1) Intellectual capital (VAICTM) berpengaruh positif signifikan terhadap kinerja keuangan (ROA). (2) Intellectual capital yang tidak berpengaruh positif signifikan terhadap ATO berarti intellectual capital tidak mempengaruhi tingkat perputaran aset pada perusahaan sampel. (3) Intellectual capital (VAICTM) tidak berpengaruh positif signifikan terhadap nilai pasar (MtBV).
Berdasarkan hasil penelitian, dapat disarankan: 1) Bagi Perusahaan yang berpotensi tinggi dalam kepemilikan intellectual capital dapat dijadikan sebagai bahan pertimbangan agar meningkatkan intellectual capital untuk bersaing secara kompetitif dengan memanfaatkan keunggulan kompetitif perusahaan secara baik. 2) Penelitian intellectual capital dapat menjadi bahan references bagi akademisi di bidang akuntansi maupun yang lainnya untuk melakukan penelitian lebih lanjut tentang penerapan intellectual capital sehingga keunggulan kompetitif perusahaan dapat terlihat pada pelaporan keuangan. 2) Bagi para pemegang kepentingan (stakeholder), intellectual capital dapat menjadi bahan pertimbangan untuk menilai perusahaan yang unggul di masa depan.

Tulisan ini dipublikasikan di Abstrak. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *