Penerapan Model Pembelajaran Kolaborasi Student Teams Achievement Division (STAD) dan Numbered Heads Together (NHT) Untuk Meningkatkan Aktivitas dan Hasil Belajar Siswa Kelas X Akuntansi Di SMK Muhammadiyah 2 Malang

Novitasari, Nurul. 2017. Penerapan Model Pembelajaran Kolaborasi Student Teams Achievement Division (STAD) dan Numbered Heads Together (NHT) Untuk Meningkatkan Aktivitas dan Hasil Belajar Siswa Kelas X Akuntansi Di SMK Muhammadiyah 2 Malang. Skripsi. Program Studi S1 Pendidikan Akuntansi, Jurusan Akuntansi. Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Malang. Pembimbing: Dr. H. Tuhardjo, S.E., M.Si, Ak.

Kata Kunci: Student Teams Achievement Division (STAD), Numbered Heads Together (NHT), Aktivitas, Hasil Belajar.

Berdasarkan hasil observasi di kelas X Akuntansi dan wawancara dengan guru mata pelajaran Akuntansi Perusahaan Jasa di SMK Muhammadiyah 2 Malang, diperoleh informasi bahwa pembelajaran akuntansi hanya menggunakan metode ceramah dan latihan soal. Siswa kurang terlibat dalam kegiatan pembelajaran, sehingga aktivitas dan hasil belajar siswa rendah dan perlu ditingkatkan. Banyak siswa memiliki nilai kurang dari KKM (Kriteria Ketuntasan Minimal) yang di tetapkan oleh sekolah yaitu 80. Upaya untuk meningkatkan aktivitas dan hasil belajar siswa adalah menerapkan model pembelajaran kolaborasi Student Teams Achievement Division (STAD) dan Numbered Heads Together (NHT). Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan sebanyak 2 siklus. Subjek dalam penelitian ini adalah siswa kelas X Akuntansi di SMK Muhammadiyah 2 Malang tahun ajaran 2016/2017 yang berjumlah 20 siswa. Pengumpulan data menggunakan wawancara, observasi, tes, catatan lapangan, dan dokumentasi.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa peningkatan aktivitas siswa tampak dari perubahan tingkah laku siswa setelah dilakukan tindakan. Siswa menjadi aktif berdiskusi, menghargai pendapat anggota kelompok dan menunjukan sikap peduli untuk membantu temannya yang mengalami kesulitan materi. Siswa menjadi aktif bertanya jika mengalami kesulitan materi dan aktif memberikan kesimpulan di akhir pembelajaran. Hasil belajar siswa menunjukkan adanya peningkatan dari siklus I ke siklus II. Pada nilai kuis/post test setelah dilakukan tindakan, siswa yang tuntas hasil belajarnya sebanyak 12 siswa pada siklus I dan sebanyak 18 siswa tuntas hasil belajarnya pada siklus II. Ketuntasan secara klasikal pada siklus I mencapai 60% dan pada siklus II meningkat menjadi 90%.
Saran yang dapat diberikan dalam penelitian ini yaitu: 1) guru hendaknya dapat mengelola waktu dengan baik mengingat waktu pelaksanaan pembelajaran sangat terbatas, 2) siswa hendaknya dapat lebih bekerjasama dengan kelompoknya agar tercipta diskusi yang aktif, 3) siswa hendaknya membantu temannya yang berkemampuan kurang agar seluruh siswa dalam kelas dapat memahami materi dan memperoleh hasil belajar yang tinggi, 4) penerapan model pembelajaran STAD dan NHT dapat digunakan sebagai pertimbangan untuk diterapkan di sekolah dan dapat diterapkan pada mata pelajaran lain.

Tulisan ini dipublikasikan di Abstrak. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *