Pengaruh Mekanisme Good Corporate Governance terhadap Kinerja Keuangan dengan Variabel Kontrol Ukuran Perusahaan (Studi pada Badan Usaha Milik Negara yang Listing di Bursa Efek Indonesia periode 2011-2014)

Wahyuningtias, Eka Ardianty. 2016. Pengaruh Mekanisme Good Corporate Governance terhadap Kinerja Keuangan dengan Variabel Kontrol Ukuran Perusahaan (Studi pada Badan Usaha Milik Negara yang Listing di Bursa Efek Indonesia periode 2011-2014). Skripsi, Jurusan Akuntansi, Fakultas Ekonomi, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Dr. Hj. Endang Sri Andayani, S.E., M.Si. Ak., (2) Sriyani Mentari, S.Pd, M.M.

Kata kunci: mekanisme good corporate governance, kinerja keuangan, ukuran perusahaan, Badan Usaha Milik Negara

Buruknya kinerja BUMN disebabkan oleh sifat industri BUMN yang telah masuk dalam kategori senja, serta salah satu akibat dari buruknya manajemen perusahaan. Salah satu cara yang dapat dilakukan untuk meningkatkan kinerja manajemen perusahaan adalah dengan menerapkan mekanisme good corporate governance. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh mekanisme good corporate governance terhadap kinerja keuangan dengan variabel kontrol ukuran perusahaan. Pada penelitian ini, corporate governance diproksikan dengan variabel jumlah dewan direksi, proporsi dewan komisaris independen, dan jumlah komite audit, sedangkan kinerja keuangan diproksikan dengan return on equity (ROE).
Populasi pada penelitian ini adalah 80 perusahaan BUMN yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) selama tahun 2011-2014. Metode purposive sampling digunakan untuk menghasilkan sampel sebanyak 35 perusahaan. Analisis data dilakukan dengan menggunakan SPPS versi 21.0 for windows. Metode yang digunakan untuk mengetahui hubungan antara variabel good corporate governance terhadap kinerja keuangan dengan variabel kontrol ukuran perusahaan adalah analisis regresi berganda.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa jumlah komite audit berpengaruh positif signifikan terhadap kinerja keuangan, sedangkan jumlah dewan direksi dan proporsi dewan komisaris independen tidak berpengaruh secara signifikan pada perusahaan BUMN yang memiliki total aset antara Rp 5 T (lima triliun rupiah) hingga Rp 50 T (lima puluh triliun rupiah). Meskipun jumlah komite audit berpengaruh secara signifikan terhadap kinerja keuangan, tetapi uji F tidak signifikan, sehingga model regresi tidak cukup kuat untuk digunakan sebagai model prediksi yang baik. Oleh karena itu, perlu dilakukan pengujian kembali hubungan kedua variabel tersebut.
Implikasi dari penelitian ini adalah: kinerja keuangan perusahaan BUMN yang memiliki total aset antara Rp 5 T (lima triliun rupiah) hingga Rp 50 T (lima puluh triliun rupiah) dapat ditingkatkan dengan cara menambah jumlah komite audit yang ada. Semakin banyak jumlah komite audit, maka pengawasan yang dilakukan akan semakin efektif, sehingga diharapkan mampu meningkatkan kinerja keuangan perusahaan. Saran bagi peneliti selanjutnya adalah menggunakan variabel independen dan variabel dependen yang lain, serta menambah sampel dan rentang waktu penelitian.

Tulisan ini dipublikasikan di Abstrak. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *