Pengaruh Kompetensi Auditor, Independensi Auditor dan Due Professional Care terhadap Kualitas Audit di Kantor Akuntan Publik Kota Malang

Caprira, Ashafita Vesilia. 2015. Pengaruh Kompetensi Auditor, Independensi Auditor dan Due Professional Care terhadap Kualitas Audit di Kantor Akuntan Publik Kota Malang. Skripsi, Jurusan Akuntansi, Fakultas Ekonomi, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Ika Putri Larasati, S.E., M.Com. (II) Sulastri, S.pd, M.SA.
Kata Kunci: kompetensi auditor, independensi auditor, due professional care, kualitas audit, KAP Kota Malang.
Kualitas audit merupakan kemungkinan (probability) yang terjadi ketika auditor mengaudit laporan keuangan klien. Hal tersebut membuat auditor dapat menemukan pelanggaran yang terjadi dalam sistem akuntansi klien dan melaporkan dalam laporan audit. Kualitas jasa yang dihasilkan oleh para profesi akuntan publik diatur dan dikendalikan melalui berbagai standar yang diterbitkan oleh organisasi profesi tersebut, (Mulyadi, 2010: 35). Kompetensi, independensi, dan due professional care memiliki peran penting dalam penentu kualitas audit. Hal ini sesuai dengan Attribution Theory yang menjelaskan bahwa perilaku seorang auditor dalam menginterpretasikan suatu peristiwa, alasan atau sebab perilaku individu. Attribution Theory menjelaskan bagaimana auditor yang tidak berkompetensi dan due professional care akan melakukan atribusi kesalahan lebih besar. Independensi auditor didasari oleh attribution theory eksternal yang memaksa seorang auditor melakukan perbuatan tertentu dari tekanan situasi.
Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh kompetensi auditor, independensi auditor, dan due professional care terhadap kualitas audit dengan menggunakan teknik analisis regresi linear berganda. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh Kantor Akuntan Publik (KAP) di Kota Malang. Teknik convenience sampling digunakan dalam penelitian ini. Hasil penelitian terdapat sembilan (9) KAP dengan 70 auditor. Data yang digunakan merupakan data primer yang berasal dari auditor yang bekerja pada KAP di Kota Malang, yaitu auditor yang menduduki jabatan sebagai partner, manajer, auditor senior dan junior.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa kompetensi auditor, independensi auditor, dan due professional care berpengaruh positif terhadap kualitas audit. Hal ini berarti bahwa ketika nilai kompetensi auditor, independensi auditor dan due professional care di KAP tinggi, maka kualitas audit juga akan tinggi sedangkan saat nilai kompetensi auditor, independensi auditor dan due professional care di KAP rendah, maka kualitas audit juga akan rendah. Berdasarkan hasil penelitian, disarankan bahwa perusahaan menyediakan pelatihan yang memadai baik eksternal maupun internal kepada auditor junior dan auditor senior agar dapat menghasilkan audit yang berkualitas.

Tulisan ini dipublikasikan di Abstrak. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *