Pengaruh Corporate Governance terhadap Kondisi Financial Distress (Studi pada Perusahaan Manufaktur yang Listing di Bursa Efek Indonesia tahun 2011-2014)

Savitri, Nabila Rachma. 2016. Pengaruh Corporate Governance terhadap Kondisi Financial Distress (Studi pada Perusahaan Manufaktur yang Listing di Bursa Efek Indonesia tahun 2011-2014). Skripsi, Jurusan Akuntansi Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Dr. Nurika R., S.E., M.Si., Ak, CA., (II) Dr. Sri Pujiningsih, S.E., M.Si., Ak.

Kata Kunci: corporate governance, kepemilikan manajerial, kepemilikan institusional, ukuran dewan direksi, ukuran dewan komisaris, kompetensi komite audit, financial distress

Financial distress adalah kondisi dimana keuangan perusahaan mengalami penurunan sehingga perusahaan akan kesulitan untuk melakukan pembayaran, baik pembayaran kepada investor berupa dividen maupun kreditor, mengalami kerugian selama beberapa periode, dan kesulitan untuk melakukan peminjaman kepada kreditor. Penyebab financial distress atau lebih dikenal sebagai trinitas penyebab kesulitan keuangan yaitu neoclassical model, financial model dan corporate governance model. Financial distress yang tidak ditangani segera akan menyebabkan perusahaan mengalami kebangkrutan atau dilikuidasi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk membuktikan pengaruh corporate governance terhadap kondisi financial distress. Corporate governance diproksikan dengan kepemilikan manajerial, kepemilikan institusional, ukuran dewan direksi, ukuran dewan komisaris dan kompetensi komite audit.
Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh perusahaan manufaktur yang listing di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada tahun 2011-2014. Dari populasi tersebut digunakan teknik purposive sampling untuk memilih sampel penelitian dan diperoleh sampel 9 perusahaan yang mengalami financial distress dan 9 perusahaan yang tidak mengalami financial distress pada tahun 2011-2014. Metode statistik tang digunakan untuk menguji hipotesis adalah regresi logistik.
Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa ukuran dewan komisaris dan kompetensi komite audit berpengaruh negatif terhadap kemungkinan terjadinya kondisi financial distress. Variabel kepemilikan manajerial dan kepemilikan institusional berpengaruh positif terhadap kemungkinan terjadinya kondisi financial distress. Penelitian ini gagal membuktikan bahwa ukuran dewan direksi berpengaruh terhadap kemungkinan terjadinya kondisi financial distress.

Tulisan ini dipublikasikan di Abstrak. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *