Analisis Kinerja Perusahaan dan Kebijakan Dividen Sebelum dan Sesudah Periode Kebijakan Inisiasi Dividen (Studi Empiris Pada Perusahaan yang melakukan Inisiasi Dividen di Bursa Efek Indonesia Periode 2009-2012)

Permatasari, Putri Okta. 2016. Analisis Kinerja Perusahaan dan Kebijakan Dividen Sebelum dan Sesudah Periode Kebijakan Inisiasi Dividen (Studi Empiris Pada Perusahaan yang melakukan Inisiasi Dividen di Bursa Efek Indonesia Periode 2009-2012). Skripsi, Jurusan Akuntansi Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Dr. Nurika Restuningdiah, S.E., M.Si., CA., (2) Sawitri Dwi Prastiti S.E., M.Si., Ak.

Kata Kunci: Sales Growth, ROA, ROE, Return On Sales, DPR, Kebijakan Inisiasi Dividen.

Kebijakan inisiasi dividen merupakan kebijakan pembayaran dividen pertama kali setelah perusahaan melakukan IPO (Initial Public Offering) atau berstatus go-public. Kebijakan inisiasi dividen memiliki hubungan kuat terhadap kinerja perusahaan. Penetapan kebijakan inisiasi dividen mengindikasikan adanya suatu peningkatan terhadap kinerja perusahaan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui perbedaan kinerja perusahaan dan kebijakan dividen pada penetapan kebijakan inisiasi dividen. Kinerja perusahaan diproksikan melalui rasio-rasio profitabilitas yakni sales growth, ROA, ROE, dan return on sales. Kebijakan dividen diproksikan melalui dividend payout ratio (DPR).
Populasi dalam penelitian ini adalah semua perusahaan inisiasi dividen yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia. Dari populasi tersebut kemudian digunakan metode purposive sampling untuk menentukan sampel melalui kriteria-kriteria penelitian dan diperoleh 19 sampel perusahaan yang inisiasi dividen di Bursa Efek Indonesia selama periode 2009-2012. Penelitian ini menggunakan pengujian hipotesis dengan teknik analisis uji beda berpasangan.
Hasil dari pengujian hipotesis membuktikan bahwa sales growth, ROA, ROE, dan return on sales menunjukkan perbedaan dari sebelum dan sesudah inisiasi dividen. Pengujian hipotesis menunjukkan tidak terdapat perbedaan DPR pada periode inisiasi dividen dan sesudah inisiasi dividen. Keterbatasan penelitian ini antara lain pembatasan perusahaan IPO hanya 6 (enam) tahun sehingga tidak sepenuhnya mewakili perusahaan yang melakukan inisiasi dividen pada periode penelitian. Penelitian ini tidak mengukur respon pemegang saham terhadap kebijakan inisiasi dividen. Penelitian juga menggunakan periode yang cukup lama yaitu tiga bulan sebelum dan sesudah untuk menganalisis, sehingga terdapat kemungkinan ada faktor lain yang dapat mempengaruhi kinerja perusahaan. Saran untuk penelitian selanjutnya adalah diharapkan untuk menambah proksi untuk mengukur respon dari pemegang saham melalui harga saham. Periode perusahaan yang IPO juga sebaiknya ditambah sehingga jumlah sampel perusahaan yang melakukan inisiasi dividen menjadi lebih kuat dalam membuktikan perbedaan kinerja perusahaan sebelum dan sesudah inisiasi dividen dan konsistensi atas DPR. Periode penelitian juga sebaiknya dilakukan dalam kurun waktu antara 5-15 hari untuk melihat efek dari kebijakan inisiasi dividen terhadap kinerja perusahaan.

Tulisan ini dipublikasikan di Abstrak. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *