Pengaruh Kurs Dollar AS, Tingkat Inflasi, dan Tingkat Suku Bunga SBI Terhadap Pergerakan Harga Saham Perusahaan Otomotif dan Komponennya yang Listing di Bursa Efek Indonesia (BEI)

Pratiwi, Nilam Fairuz. 2016. Pengaruh Kurs Dollar AS, Tingkat Inflasi, dan Tingkat Suku Bunga SBI Terhadap Pergerakan Harga Saham Perusahaan Otomotif dan Komponennya yang Listing di Bursa Efek Indonesia (BEI). Skripsi, Jurusan Akuntansi Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Malang. Pembimbing : (I) Prof. Dr. Bambang Sugeng, S.E., M.A., M.M.Ak. (II) Dr. Sunaryanto, M.Ed.

Kata Kunci : Kurs Dollar AS, Tingkat Inflasi, Tingkat Suku Bunga SBI, Pergerakan Harga Saham, Perusahaan Otomotif dan Komponennya.

Pasar modal dapat menjadi sarana bagi perusahaan dalam kebutuhan modal untuk jangka panjang dengan penerbitan surat-surat berharga seperti saham ataupun obligasi. Dalam suatu saham perusahaan terdapat beberapa faktor yang dapat mempengaruhi fluktuasinya yaitu faktor makro maupun faktor mikro. Terdepresiasinya kurs dollar AS, berfluktuasinya tingkat inflasi dan tingkat suku bunga SBI merupakan beberapa dari faktor makro yang dapat mempengaruhi investasi dan berakibat pada berfluktuasinya harga saham. Dalam dua tahun terakhir, yaitu 2014 hingga 2015 merupakan periode di mana nilai tukar atau kurs Indonesia terhadap dollar AS mengalami depresiasi hingga menyebabkan beberapa perusahaan yang berbasis impor mengalami kendala dalam biaya untuk membeli beberapa bahan baku dan salah satu perusahaan tersebut adalah perusahaan otomotif dan komponennya. Berkaitan dengan hal tersebut, maka diperlukan pembahasan untuk mengetahui pengaruh secara parsial dari kurs dollar AS, tingkat inflasi, dan tingkat suku bunga SBI terhadap pergerakan harga saham perusahaan otomotif dan komponennya.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh dari variabel independen (kurs dollar AS, tingkat inflasi, dan tingkat suku bunga SBI) terhadap variabel dependen (perubahan harga saham) dan merupakan jenis penelitian explanatory. Populasi dalam penelitian ini adalah perusahaan otomotif dan komponennya yang listing di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada periode 2014-2015, dengan teknik purposive sampling diperoleh 12 perusahaan otomotif dan komponennya yang memenuhi kriteria dan dijadikan sampel. Uji hipotesis dilakukan dengan analisis regresi linier berganda.
Hasil analisis menunjukkan bahwa hanya variabel tingkat suku bunga SBI yang berpengaruh positif signifikan terhadap pergerakan harga saham perusahaan otomotif dan komponennya, sedangkan variabel kurs dollar AS dan tingkat inflasi tidak berpengaruh signifikan terhadap pergerakan harga saham perusahaan otomotif dan komponennya. Keterbatasan dalam penelitian ini adalah hanya menggunakan variabel makro dalam menilai pengaruhnya terhadap pergerakan harga saham sehingga dapat disarankan dalam penelitian selanjutnya agar menambahkan variabel independen yang bersifat dari internal perusahaan seperti kinerja keuangan perusahaan itu sendiri agar investor dapat menilai tidak hanya dari sisi makro, namun juga dari internal (mikro) perusahaan

Tulisan ini dipublikasikan di Abstrak. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *