Dana Perimbangan dan Belanja Modal Terhadap Kinerja Keuangan Pemerintah Daerah (Studi Kasus pada Pemerintah Kabupaten/Kota di Provinsi Jawa Timur Tahun 2011-2013)

Amrullah, Muhammad Helmi. 2016. Pengaruh Pendapatan Asli Daerah (PAD), Dana Perimbangan dan Belanja Modal Terhadap Kinerja Keuangan Pemerintah Daerah (Studi Kasus pada Pemerintah Kabupaten/Kota di Provinsi Jawa Timur Tahun 2011-2013). Skripsi, Jurusan Akuntansi, Fakultas Ekonomi, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Nurika Restuningdiah, S.E., M.Si., Ak, CA. (II) Dr. Eka Ananta S, S.E., M.M., Ak, CA.

Kata Kunci : Pendapatan Asli Daerah (PAD), Dana Perimbangan, Belanja Modal, Kinerja Keuangan Pemerintah Daerah.

Pemerintah Daerah adalah pihak yang mempunyai wewenang dalam mengelola dan mempertanggungjawabkan sumber daya melalui laporan keuangan daerah. Sumber pendapatan daerah merupakan cerminan kemampuan suatu daerah dalam menggali sumber pendapatan daerahnya. Semakin besar perolehan pendapatan daerah maka semakin tinggi pula kinerja keuangan pemerintah daerah agar tercipta suatu pemerintah yang baik. Pemerintah daerah diharapkan mampu meningkatkan pelayanan kepada masyarakat. Melakukan pengukuran kinerja keuangan merupakan hal yang tepat untuk mengetahui kinerja keuangan dalam suatu pemerintahan daerah. Salah satu alat untuk mengukur kinerja keuangan pemerintah daerah yaitu analisis rasio keuangan dengan menggunakan rasio efisiensi keuangan daerah.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh Pendapatan Asli Daerah (PAD), Dana Perimbambangan dan Belanja Modal Terhadap Kinerja Keuangan Pemerintah Daerah pada pemerintah kabupaten/kota di Provinsi Jawa Timur. Penelitian ini menggunakan populasi laporan keuangan pemerintah daerah kabupaten/kota di Provinsi Jawa Timur yang terdiri dari 29 Kabupaten dan 9 Kota yang telah memiliki data realisasi Anggaran Pendapatan Belanja Daerah periode 2011-2013. Metode analisis yang digunakan yaitu analisis kuantitatif dengan model regresi linear berganda.
Hasil penelitian ini menunujukkan bahwa Pendapatan Asli Daerah berpengaruh negatif dan Dana Perimbangan tidak berpengaruh terhadap kinerja keuangan pemerintah daerah, sedangkan Belanja Modal berpengaruh terhadap kinerja keuangan pemerintah daerah. Berdasarkan hasil koefisien determinasi (Adjusted r Square) sebesar 17,6%. Variabel dalam penelitian dapat mempengaruhi kinerja keuangan pemerintah daerah dan sisanya 82,4% dipengaruhi oleh variabel lain. Saran yang dapat diberikan, yaitu untuk penelitian selanjutnya agar dapat menggunakan variabel independen yang lain dan lebih banyak sehingga hasil penelitian dapat lebih akurat. Serta diharapkan untuk menggunakan pengukuran variabel yang lain dalam mengukur kinerja keuangan pemerintah daerah.

Tulisan ini dipublikasikan di Abstrak. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *