Analisis Penerapan Akuntansi Zakat, Infak, dan Sedekah pada Badan Amil Zakat Nasional Kota Probolinggo

Wardani, Ridha Ayu. 2016. Analisis Penerapan Akuntansi Zakat, Infak, dan Sedekah pada Badan Amil Zakat Nasional Kota Probolinggo. Skripsi, Jurusan Akuntansi, Fakultas Ekonomi, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Ika Putri Larasati, S.E., M.Com, (II) Drs. H. Sumadi, S.E., M.M.

Kata Kunci: zakat, infak, sedekah, laporan keuangan, PSAK 109, Baznas Kota Probolinggo

Pengelolaan zakat yaitu untuk meningkatkan efektivitas dan efisiensi pelayanan dalam pengelolaan zakat, serta meningkatkan manfaat zakat untuk mewujudkan kesejahteraan masyarakat dan menaggulangi kemiskinan. Dalam pengelolaan zakat, infak, dan sedekah harus dicatat dalam pembukuan tersendiri. Pengelolaan itu meliputi pengumpulan, pendistribusian, pendayagunaan, dan pelaporan. Dalam akuntansi, pelaporan di sini yaitu aspek yang paling penting, karena pelaporan yang transparan dan akuntabilitas mencerminkan kinerja suatu lembaga. Berkaitan dengan itu, maka diperlukan pembahasan mengenai akuntansi zakat, infak, dan sedekah yaitu PSAK 109. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah teori kepatuhan. Menurut Boeree (2006) mengatakan bahwa kepatuhan adalah fenomena yang mirip dengan penyesuaian diri. Teori kepatuhan inilah lebih menitikberatkan kepada pentingnya proses sosialisasi dalam mempengaruhi perilaku kepatuhan seorang individu.
Penelitian ini dilaksanakan dengan tujuan untuk mengetahui penerapan akuntansi zakat, infak, dan sedekah yang sesuai dengan PSAK 109 serta sebab, kendala, faktor yang menghambat dan mendukung penerapan penyajian laporan keuangan sesuai PSAK 109.
Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian deskriptif kualitatif. Data penelitian ini berupa data primer (wawancara dan observasi) dan sekunder (dokumentasi dan arsip resmi). Sumber data dalam penelitian ini dari narasumber dan dokumen. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi. Instrumen yang digunakan untuk mengumpulkan data berupa instrumen manusia, yaitu peneliti sendiri. Dalam menjaga keabsahan data, dilakukan kegiatan triangulasi data. Kegiatan analisis data, dimulai dari tahap persiapan, tahap tabulasi, dan tahap penerapan data sesuai pendekatan penelitian, sedangkan teknik analisis data yaitu survei lapangan, perancanaan dan persiapan, pelaksanaan dan pengamatan, analisis, serta kesimpulan.
Berdasarkan hasil analisis data tersebut, dapat disimpulkan bahwa secara garis besar Baznas Kota Probolinggo belum menerapkan secara menyeluruh dan sesuai dengan yang diungkapkan dalam PSAK 109 karena masih terdapat perbedaan antara laporan keuangan Baznas Kota Probolinggo dengan PSAK 109 baik dalam penggunaan nama akun dan terdapat transaksi yang belum dicatat sesuai dengan terjadinya transaksi. Selain itu, berdasarkan PSAK 109 laporan keuangan yang harus dibuat adalah Laporan Posisi Keuangan, Laporan Perubahan Dana, Laporan Perubahan Aset Kelolaan, Laporan Arus Kas, dan Catatan atas Laporan Keuangan. Namun, dalam penyajian laporan keuangannya Baznas Kota Probolinggo hanya membuat Laporan Perubahan Dana saja.

Tulisan ini dipublikasikan di Abstrak. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *