Analisis Perbandingan Tingkat Kompetisi Siswa Kelas Reguler dengan Siswa Kelas Unggulan di SMK Negeri Senduro Lumajang

Nurjayati, Abidah. 2015. Analisis Perbandingan Tingkat Kompetisi Siswa Kelas Reguler dengan Siswa Kelas Unggulan di SMK Negeri Senduro Lumajang. Skripsi, Jurusan Akuntansi, Fakultas Ekonomi, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Dr. Suparti, M.P (2) Sulastri, S.Pd, M.SA.

Kata Kunci: Kompetisi, Kelas Unggulan, Kelas Reguler

Dalam kehidupan sosial, kita tidak bisa lepas dari kompetisi atau persaingan. Kompetisi adalah aktivitas dimana seseorang atau kelompok berusaha mencapai tujuannya dengan cara bersaing untuk memperoleh hasil yang lebih baik dari orang atau kelompok lain. Kompetisi dapat digunakan sebagai alat motivasi untuk mendorong anak didik agar bergairah belajar. Kompetisi, baik dalam individu maupun kelompok diperlukan dalam pendidikan. Kondisi ini dapat dimanfaatkan untuk menjadikan proses interaksi belajar mengajar yang kondusif karena siswa akan termotivasi untuk bersaing mencapai prestasi terbaik. Dalam perkembangannya, terdapat sekolah-sekolah yang membagi komunitas siswa dalam dua macam, yaitu kelas unggulan dan kelas reguler.
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat kompetisi di kelas unggulan, tingkat kompetisi di kelas reguler dan untuk mengetahui apakah terdapat perbedaan tingkat kompetisi siswa kelas uggulan dengan siswa kelas reguler. Penelitian ini menggunakan rancangan deskriptif komparatif yang dilaksanakan di SMK Negeri Senduro Lumajang. Adapun subjek yang diteliti berjumlah 24 siswa kelas unggulan dan 24 siswa kelas reguler kelas XI akuntansi. Pengumpulan data menggunakan instrumen angket dan dokumentasi.
Hasil penelitian pada kelas unggulan menunjukkan bahwa tingkat kompetisi siswa rata-rata berada pada level tinggi. Sedangkan pada kelas reguler menunjukkan rata-rata tingkat kompetisi siswa juga berada pada level tinggi. Pada pengujian analisis independent sample t-test, diperoleh koefisien thitung (1,444) lebih kecil dari t tabel (2,0129) dengan koefisien P-value sebesar 0,156 dan lebih besar dari taraf signifikansi α = 0,05, maka dari hasil analisa data yang dilakukan, diketahui bahwa tidak terdapat perbedaan yang signifikan antara tingkat kompetisi siswa kelas unggulan dengan siswa kelas reguler.
Saran yang diajukan dalam penelitian ini adalah (1) bagi guru untuk mengarahkan siswa pada kompetisi positif dengan terus meningkatkan prestasi belajar siswa, (2) bagi peneliti selanjutnya diharapkan dapat meneliti faktor-faktor lain yang mempengaruhi tingkat kompetisi siswa pada kelas unggulan, reguler maupun akselerasi serta menambah variabel lain yang dijadikan alat ukur agar data yang diperoleh lebih spesifik.

Tulisan ini dipublikasikan di Abstrak. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *