Sensitivitas Dosen Akuntansi terhadap Konvergensi IFRS (Studi Kasus pada Dosen Jurusan Akuntansi UM dan UB)

Hardianto, Muhammad Tarmizi Teguh. 2016. Sensitivitas Dosen Akuntansi terhadap Konvergensi IFRS (Studi Kasus pada Dosen Jurusan Akuntansi UM dan UB). Skripsi, Jurusan Akuntansi, Fakultas Ekonomi, Universitas Negeri Malang. Pembimbing (1) Diana Tien Irafahmi, S.Pd., M.Ed., (2) Sulastri, S.Pd., M.SA.

Kata Kunci: Sensitivitas, Konvergensi, IFRS.

Sensitivitas adalah keadaan dimana pendidik dapat mengembangkan kepekaan-kepekaan pedagogisnya untuk kepentingan pembelajaran. Dalam hal ini dosen akuntansi sebagai unsur utamanya. Dengan memiliki sensitivitas yang baik, diharapkan dosen akan dapat mencapai perkembangan diri dalam menanggapi suatu perubahan dan dapat mengimplementasikan dalam proses pembelajaran. Sensitivitas dapat diukur dari sikap dan tindakan dosen terhadap IFRS. Universitas Negeri Malang (UM) dan Universitas Brawijaya merupakan perguruan tinggi yang menyelenggarakan program konvergensi IFRS. Pelaksanaan program tersebut di perguruan tinggi ini menarik untuk dikaji, terutama yang terjadi pada dosen akuntansi di Jurusan Akuntansi.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sensitivitas dosen akuntansi terhadap IFRS berdasarkan pengalaman subjektif informan. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan jenis studi studi kasus. Subjek penelitian dalam penelitian ini terdiri dari dosen akuntansi di Jurusan Akuntansi FE UM & UB. Melalui teknik purposive, diperoleh 6 orang informan, meliputi 3 orang dosen akuntansi UM dan 3 orang dosen akuntansi UB. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Peneliti menggunakan analisis data dari Miles dan Huberman.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa sikap positif terhadap konvergensi IFRS sudah ditunjukan, baik dari dosen akuntansi UM maupun UB dan tindakan positif terhadap konvergensi juga diperlihatkan oleh dosen dari penggunaan perangkat pembelajaran. Namun tindakan positif belum ditunjukan dosen dalam hal strategi pembelajaran yang masih menggunakan metode ceramah.
Saran yang diberikan berdasarkan hasil penelitian ini ialah: 1) bagi dosen akuntansi, diharapkan lebih aktif dalam memahami konvergensi IFRS sehingga dapat menghasilkan sikap dan tindakan positif terhadap konvergensi IFRS, 2) bagi pihak lembaga, pihak lembaga diharapkan lebih meningkatkan sarana dan prasarana dalam menunjang dosen dalam memahami dan menerapkan konvergensi IFRS, dan 3) bagi peneliti selanjutnya, berkaitan dengan subjek penelitian, sebaiknya memperbanyak dosen senior karena lebih bepengalaman dalam peubahan standar dan melibatkan pihak jurusan untuk mengetahui lebih mendalam peran lembaga dalam menunjang dosen dalam memahami IFRS.

Tulisan ini dipublikasikan di Abstrak. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *