Pengaruh Likuiditas Dan Leverage Terhadap Kebijakan Dividen Pada Perushaan Manufaktur Yang Terdaftar Di Bursa Efek Indonesia Tahun 2011-2014

Brian, Alex Fiter Of. 2016. Pengaruh Likuiditas Dan Leverage Terhadap Kebijakan Dividen Pada Perushaan Manufaktur Yang Terdaftar Di Bursa Efek Indonesia Tahun 2011-2014. Skripsi, Jurusan Akuntansi, Fakultas Ekonomi, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Ika Putri Larasati, S.E., M.Com., (2) Dr. Eka Ananta Sidharta, S.E., M.M., C.A.

Kata Kunci: Likuiditas, Leverage, dan Kebijakan Dividen.

Tujuan utama investor dalam menginvestasikan dana di perusahaan adalah untuk mencari pendapatan atau tingkat pengembalian atas investasi yang dilakukan, yang salah satunya berupa pendapatan dividen. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh likuiditas dan leverage terhadap kebijakan dividen. Variabel likuiditas dihitung dengan menggunakan quick ratio. Dividen merupakan aliran kas keluar bagi perusahaan, sehingga untuk dapat memenuhi dividen tersebut perusahaan harus memiliki kas yang cukup. Berdasarkan teori bird in the hand, investor lebih menyukai kebijakan pembayaran dividen daripada capital gain. Investor memandang pembayaran dividen lebih pasti daripada capital gain. Oleh sebab itu, manajemen yang akan melakukan pembayaran dividen kepada investor harus memiliki quick ratio yang baik. Variabel leverage dihitung dengan menggunakan debt to equity ratio. Pembagian dividen kepada pemegang saham akan menurunkan modal investasi perusahaan. Leverage yang semakin tinggi akan menyebabkan risiko hutang perusahaan semakin tinggi. Berdasarkan agency theory, pemegang saham menginginkan laba yang diperoleh perusahaan dibagikan dalam bentuk dividen, sedangkan manajemen menginginkan laba perusahaan digunakan untuk melunasi pinjaman.
Penelitian ini adalah penelitian eksplanatif (explanatory research) untuk menguji hubungan antara variabel likuditas dan leverage terhadap variabel kebijakan dividen. Sampel penelitian diambil dengan teknik purposive sampling dan diperoleh sebanyak 41 perusahaan manufaktur yang terdaftar di BEI tahun 2011-2014. Alat analisis data menggunakan uji asumi klasik dan analisis regresi linier berganda.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) likuditas tidak berpengaruh terhadap kebijakan dividen; (2) leverage berpengaruh negatif terhadap kebijakan dividen. Hasil penelitian menunjukkan nilai koefisien determinasi (Adjusted R2) sebesar 0,077 (7,7%). Hal ini mengindikasikan bahwa masih banyak faktor-faktor yang mampu menjelaskan kebijakan dividen perusahaan manufaktur di Indonesia. Penelitian selanjutnya diharapkan memperluas ruang lingkup penelitian ke industri-industri yang berbeda dalam waktu pengamatan yang lebih lama dan memperluas variabel penelitian.

Tulisan ini dipublikasikan di Abstrak. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *