Penerapan Model Discovery Learning Berbasis Lesson Study untuk Meningkatkan Motivasi dan Hasil Belajar Siswa Pada Mata Pelajaran Siklus Akuntansi Perusahaan Jasa di SMK Islam Batu

Rachmawati, Aisah. 2012. Penerapan Model Discovery Learning Berbasis Lesson Study untuk Meningkatkan Motivasi dan Hasil Belajar Siswa Pada Mata Pelajaran Siklus Akuntansi Perusahaan Jasa di SMK Islam Batu. Skripsi, Jurusan Akuntansi, Fakultas Ekonomi, Univeristas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. H. Tuhardjo, S.E., M.Si., Ak., (II) Dr. Suparti, M.P.

Kata kunci: discovery learning, lesson study, motivasi, hasil belajar.

Guru dapat meningkatkan kualitas pembelajaran dengan mendesain model pembelajaran yang sesuai dengan tuntutan kurikulum. Salah satu model pembelajaran yang kondusif untuk hal tersebut adalah discovery learning. Berdasarkan observasi awal yang telah dilaksanakan, kegiatan pembelajaran cenderung pada ceramah. Siswa hanya melihat, mendengarkan, dan mencatat penjelasan guru. Akibatnya siswa kurang termotivasi, yang ditunjukkan dengan banyaknya siswa yang tidak memperhatikan penjelasan guru dan rendahnya hasil belajar siswa.
Berdasarkan masalah tersebut model pembelajaran yang sesuai dan diharapkan dapat meningkatkan motivasi dan hasil belajar siswa adalah discovery learning. Pembelajaran dengan model discovery learning mendorong siswa untuk menemukan pengetahuan bagi dirinya sendiri. Lesson study digunakan untuk mengetahui kekurangan guru ketika mengajar dan menemukan pemecahan masalahnya bersama observer, sehingga tercapai tujuan pembelajaran yang diharapkan.
Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan rancangan penelitian tindakan kelas (PTK). Pelaksanaan penelitian secara kolaboratif antara peneliti sebagai guru model dan beberapa pengamat. Penelitian dilakukan dalam dua siklus, setiap siklus dilaksanakan dalam dua kali pertemuan. Langkah penelitian dilakukan berulang yang terdiri dari Perencanaan-Pelaksanaan&Pengamatan-Refleksi. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik observasi, angket, dan tes. Kegiatan analisis data kualitatif dilakukan peneliti melalui tahapan editing, kategorisasi/coding, dan pemaknaan/meaning.
Berdasarkan hasil analisis data tersebut, diperoleh rata–rata presentase keterlaksanaan pembelajaran guru meningkat dari 88,54% menjadi 95,83% pada siklus II dengan kategori “Sangat Terlaksana”. Hasil observasi motivasi belajar siswa mencapai rata–rata presentase sebesar 75,54% pada siklus I, meningkat menjadi 85,91% pada siklus II dengan kategori “Sangat Termotivasi”. Hasil belajar siswa meningkat dari siklus I ke siklus II dengan ketuntasan belajar klasikal dari 29% menjadi 84%.
Kesimpulan dari penelitian ini adalah motivasi dan hasil belajar siswa meningkat dari siklus I ke siklus II setelah diterapkan model discovery learning berbasis lesson study. Saran untuk peneliti berikutnya adalah sebaiknya selalu menciptakan suasana belajar yang nyaman dan menyenangkan, banyak memberikan latihan soal dan pertanyaan yang mampu merangsang rasa keingin tahuan siswa, dan tegas dalam memberikan punishment untuk siswa yang melanggar aturan.

Tulisan ini dipublikasikan di Abstrak. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *