Pengaruh Leverage dan Return On Asset (ROA) Terhadap Manajemen Laba (Studipada Perusahaan Manufaktur yang Terdaftar di BEI tahun 2011-2014)

Wibowo, Arief Rahman Hakim Sunu. 2015. Pengaruh Leverage dan Return On Asset (ROA) Terhadap Manajemen Laba (Studipada Perusahaan Manufaktur yang Terdaftar di BEI tahun 2011-2014). Skripsi, JurusanAkuntansi, Fakultas Ekonomi, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Sawitri Dwi Prastiti, S.E., M.Si., Ak. (II) Dr. Cipto Wardoyo, S.E., M.Pd, M.Si. Ak.

Kata Kunci: Leverage, Return On Asset (ROA), Manajemen Laba

Laporan keuangan menghasilkan informasi yang digunakan untuk pengambilan keputusan oleh pihak internal maupun eksternal. Namun, penggunaan laporan keuangan seringkali terpusat pada informasi laba tanpa memperhatikan prosedur yang digunakan untuk menghasilkan informasi laba. Hal tersebut mendorong manajemen untuk melakukan manajemen laba dengan menggunakan teknik-teknik akuntansi dalam mempengaruhi laba selama beberapa periode waktu tertentu. Terkait issue terkini tentang PSAK 16, terdapat kelemahan yang sengaja dimanfaatkan oleh perusahaan untuk melakukan praktik manajemen laba melalui rasio ROA dan Leverage. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh ROA dan Leverage terhadap manajemen laba.
Populasi penelitian ini adalah perusahaan di sektor manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) selama periode 2011-2014. Sampel dipilih menggunakan teknik purposive sampling, dan terpilih 54 perusahaan. Metode pengumpulan data menggunakan teknik dokumentasi data sekunder yang bersumber dari website BEI. Analisis data dilakukan menggunakan analisis regresi linear berganda dengan prasyarat uji asumsi klasik dan uji hipotesis.
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa variabel Leverage tidak berpengaruh signifikan terhadap manajemen laba. Artinya, semakin besar tingkat Leverage, maka tidak membuat probabilitas untuk melakukan manajemen laba semakin besar. Sementara, variabel ROA berpengaruh positif signifikan terhadap manajemen laba. Semakin besar tingkat ROA, maka akan membuat probabilitas untuk melakukan manajemen laba meningkat. Berdasarkan hasil penelitian, terdapat keterbatasan nilai adjusted R square rendah, ini menunjukkan pengaruh variabel independen terhadap variabel dependen masih sangat kecil. Selain itu, terdapat beberapa data yang memiliki nilai terlalu tinggi dan rendah sehingga perlu dihilangkan agar data menjadi normal. Oleh karena itu disarankan peneliti selanjutnya, dapat memasukkan variabel lain, seperti ukuran dan nilai perusahaan. Selain itu, penelitian selanjutnya perlu bersumber tidak hanya pada satu sumber, sehingga data yang diperoleh dapat memberikan informasi secara lengkap.

Tulisan ini dipublikasikan di Abstrak. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *