Pengaruh Potensi Sibling Rivalry, Self Efficacy, dan Motivasi Berprestasi terhadap Prestasi Siswa (Studi pada Siswa Program Keahlian Akuntansi SMK Negeri 1 Turen dan Siswa Program Ilmu Sosial SMA Negeri 1 Turen)

Selfiana, Dwi. 2016. Pengaruh Potensi Sibling Rivalry, Self Efficacy, dan Motivasi Berprestasi terhadap Prestasi Siswa (Studi pada Siswa Program Keahlian Akuntansi SMK Negeri 1 Turen dan Siswa Program Ilmu Sosial SMA Negeri 1 Turen). Skripsi, Jurusan Akuntansi, Fakultas Ekonomi, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Sriyani Mentari, S. Pd., M.M. (II) Sawitri Dwi Prastiti, S.E., M. Si., Ak.

Kata Kunci: Prestasi Siswa, Potensi Sibling Rivalry, Self Efficacy, Motivasi Berprestasi.

Prestasi dianggap sebagai prediktor kesuksesan masa depan seseorang. Prestasi dipengaruhi oleh beberapa faktor yaitu potensi sibling rivalry, self efficacy, dan motivasi berprestasi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa pengaruh potensi sibling rivalry dan self efficacy dan motivasi berprestasi terhadap prestasi siswa.
Penelitian ini merupakan penelitian eksplanasi dengan pendekatan kuantitatif. Teknik analisis data yang digunakan adalah Moderate Regression Analysis. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa program keahlian akuntansi SMK Negeri 1 Turen dan siswa program ilmu sosial SMA Negeri 1 Turen. Jumlah sampel dalam penelitian adalah 122 siswa, 66 siswa SMK Negeri 1 Turen dan 56 siswa SMA Negeri 1 Turen. Sedangkan teknik pengumpulan data menggunakan kuesioner dan dokumentasi.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) Potensi sibling rivalry berpengaruh positif dan signifikan terhadap prestasi siswa, (2) Self efficacy berpengaruh positif dan signifikan terhadap prestasi siswa, (3) Motivasi berprestasi memperkuat pengaruh potensi sibling rivalry terhadap prestasi siswa, motivasi berprestasi berkedudukan sebagai moderasi semu (4) Motivasi berprestasi memperkuat pengaruh self efficacy terhadap prestasi siswa, motivasi berprestasi berkedudukan sebagai moderasi potensial. Penelitian ini memiliki beberapa keterbatasan yaitu (1) Angket untuk mengukur potensi sibling rivalry tidak mengarah pada tindakan yang antagonis dan permusuhan, (2) self efficacy hanya diukur dari sisi responden langsung tanpa keterlibatan orang di sekitarnya, dan (3) Teknik pengambilan data hanya menggunakan angket.. Berdasarkan keterbatasan tersebut saran yang bisa diberikan bagi peneliti selanjutnya yaitu (1)mengembangkan instrumen pengukuran potensi sibling rivalry menuju ke tindakan yang antagonis dan permusuhan, (2) mengukur self efficacy dengan data dari orang di sekitar responden, dan (3) tambah metode pengumpulan data untuk meningkatkan keobjektifan.

Tulisan ini dipublikasikan di Abstrak. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *