Akuntansi Lokalitas Pada UMKM (Studi Kasus Pada UMKM UD.Permata Kabupaten Pamekasan, Madura)

Rohmah, Nafilatur. 2017. Akuntansi Lokalitas Pada UMKM (Studi Kasus Pada UMKM UD.Permata Kabupaten Pamekasan, Madura). Skripsi, Jurusan Akuntansi, Fakultas Ekonomi, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: Dr. Sri Pujiningsih, S.E.,M.Si. Ak

Kata Kunci: Informasi Akuntansi, Fungsi Manajerial, Harga Pokok Produksi, Nilai dan Kearifan Lokal Madura, UMKM

Informasi akuntansi adalah informasi yang digunakan oleh pemangku kepentingan dalam pengambilan keputusan bisnis. Informasi akuntansi terdiri dari informasi operasi, informasi akuntansi keuangan, dan informasi akuntansi manajemen. Komoditi garam merupakan salah satu usaha yang banyak diminati di daerah Madura. Sehingga membutuhkan informasi akuntansi sebagai fungsi manajerial dan fungsi keuangannya. UD Permata merupakan UMKM yangmempunyai3 unit usaha yang bergerak pada industry garam di Kabupaten Pamekasan. Ketiga unit usaha yang dimiliki yaitu supplier jual-beli garam, produksi garam mentah dan usaha jasa transportasi truk angkutan. UD Permata merupakan salah satu UMKM yang tidak menyusun laporan keuangan namun usaha yang dijalankan mengalami ekspansi. Peneliti ingin mengetahui penggunaan informasi akuntansi berbasis lokalitas Madura di UMKM UD Permata.
Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian studi kasus. Pengambilan data dilakukan dengan observasi, wawancara dan dokumentasi. Analisis data menggunakan triangulasi data.
Kesimpulan dari penelitian ini yaitu informasi akuntansi berupa informasi operasi digunakan dalam fungsi manajemen meliputi perencanaan pembelian, produksi, penjualan, upah tenaga kerja; pengorganisasian meliputi penentuan jumlah dan tugas masing-masing pekerja; pengendalian meliputi bidang produksi dan bidang penjualan. Selain itu, informasi akuntansi juga digunakan untuk menetukan harga pokok produksi pada UD.Permata. Terakhir pemahaman dan penggunaan akuntansi pada UD.Permata dipengaruhi beberapa faktor yaitu nilai dan kearifan lokal masyarakat Madura yang meliputi unsur budaya lokal: konjhengan (hajatan), Jum’atan (Ibadah shalat juma’at), kennengi kennengna, lakoni lakona (Tempati tempatmu, kerjakan pekerjaanmu); unsur perilaku yang meliputi sadeka (sedekah); dan unsur modal sosial: Sittung darah (Satu darah/keluarga) dan Partaja (Percaya).

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *