Analisis Penilaian Tingkat Kesehatan Bank Syariah dengan Metode IMAN (Ibadah, Muamalah, Amanah, Ihsan) – Studi Kasus Pada PT. Bank Syariah X di Kota Malang

Okyanta, Heppy. 2016. Analisis Penilaian Tingkat Kesehatan Bank Syariah dengan Metode IMAN (Ibadah, Muamalah, Amanah, Ihsan) – Studi Kasus Pada PT. Bank Syariah X di Kota Malang. Skripsi, Jurusan Akuntansi, Fakultas Ekonomi, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Satia Nur Maharani, S.E., M.SA., Ak., (II) Dr. Puji Handayati, S.E., M.M., Ak., CA., C.MA.

Kata Kunci: Tingkat Kesehatan Bank Syariah, CAMELS, IMAN

PT. Bank Syariah X dalam praktiknya masih menggunakan metode CAMELS sebagai dasar tolak ukur penilaian tingkat kesehatannya. Penggunaan metode CAMELS pada bank syariah dewasa ini mulai mendapatkan kritik. CAMELS tidak mampu mengukur aspek sosial dan dakwah sebagaimana termasuk dalam fungsi pendirian bank syariah. Kelemahan tersebut dapat diatasi dengan menerapkan metode IMAN dalam pengukuran kinerja kesehatan bank syariah. IMAN sebagai metode penilaian tingkat kesehatan bank syariah berbasis nilai-nilai Islam, memiliki keunggulan yakni dapat mengukur kinerja kuantitatif (finansial) dan kinerja kualitatif (sosial dan dakwah) pada bank syariah.
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk meneliti bagaimanakah metode IMAN menilai tingkat kesehatan pada PT. Bank Syariah X. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Sumber data penelitian ini menggunakan data primer dan data sekunder. Data primer diperoleh melalui wawancara dan observasi, sedangkan data sekunder diperoleh dari laporan tahunan, laporan keuangan, dan laporan pelaksanaan tata kelola perusahaan dari PT. Bank Syariah X tahun 2013-2014.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara aspek finansial seperti permodalan, tingkat rentabilitas, dan likuiditas PT. Bank Syariah X tergolong baik, tetapi masih buruk pada tingkat efisiensi yakni 97,33% di atas standar rata-rata perbankan. Selain hal tersebut aspek ibadah yakni amar makruf nahi munkar PT. Bank Syariah X masih pada tataran duniawi belum merujuk pada kesadaran ilahi. Hal tersebut berpengaruh pada tindakan bermuamalah dengan nasabah, ditunjukkan dengan pemahaman nasabah yang masih kurang terkait bank syariah. Fenomena demikian menunjukkan bahwa kinerja dakwah PT. Bank Syariah X masih perlu ditingkatkankan lagi. Selanjutnya PT. Bank Syariah X selaku organisasi bisinis syariah pada dasarnya masih berorientasi pada peningkatan laba perusahaan dan belum berorientasi pada zakat. Melalui pengukuran kinerja dengan IMAN, para manajemen tidak hanya akan berpandangan dari segi finansial saja sebagai tolak ukur utama kinerjanya. Tetapi juga melihat aspek sosial dan dakwah sebagai penyeimbang nilai atas tercapainya kinerja perusahaan yang benar-benar maksimal, sebagai wujud kesadaran amanah bertanggung jawab terhadap Allah SWT.

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *