Analisis Perbedaan Pengukuran Nilai Wajar dan Nilai Historis pada Aset Biologis Terhadap Income Smoothing (Studi pada Perusahaan Agrikultur di Asia Tenggara dan Australia Tahun 2013-2014)

Lestari, Nopfiana. 2016. Analisis Perbedaan Pengukuran Nilai Wajar dan Nilai Historis pada Aset Biologis Terhadap Income Smoothing (Studi pada Perusahaan Agrikultur di Asia Tenggara dan Australia Tahun 2013-2014). Skripsi, Jurusan Akuntansi, Fakultas Ekonomi,Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Satia Nur Maharani, S.E., M.Sa., Ak, (II) Ika Putri Larasati,S.E., M.Com.

Kata Kunci : Aset Biologis, Nilai Wajar, Nilai Historis, Income Smoothing

Aset biologis merupakan aset mahkluk hidup berupa hewan dan tumbuhan. Terjadi berbagai perdebatan mengenai pengukuran aset biologis. Perdebatan tersebut terkait penggunaan nilai wajar dan nilai historis dalam pengukuran aset biologis. Nilai historis dinilai kurang relevan karena tidak mencerminkan nilai sekarang, sedangkan nilai wajar dinilai tidak sesuai harapan karena menyebabkan fluktuasi laba dan retan manipulasi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh pengukuran nilai wajar dan nilai historis pada aset biologis terhadap income smoothing serta kecenderungan manipulasi laba pada perusahaan yang menggunakan nilai wajar.
Populasi yang digunakan dalam penelitian ini adalah perusahaan agrikultur di Asia Tenggara dan Australia pada tahun 2012 -2014. Berdasarkan teknik pengambilan sampel yaitu purposive sampling diketahui terdapat 60 perusahaan yang digunakan sebagai sampel penelitian. Metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu dengan teknik dokumentasi data sekunder yang diperoleh dari data laporan tahunan perusahaan. Analisis data dilakukan dengan menggunakan analisis regresi linear sederhana dengan syarat uji asumsi klasik, serta menggunakan independent sample t-test.
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa tidak terdapat pengaruh antara penggunaan nilai wajar dalam pengukuran aset biologis terhadap praktik income smoothing. Sedangkan penggunaan nilai historis pada pengukuran aset biologis berpengaruh positif pada praktik income smoothing. Hasil uji beda menunjukkan tidak terdapat cukup bukti untuk menyatakan bahwa perusahaan yang menggunakan nilai wajar memiliki kecenderungan income smoothingyang lebih besar daripada perusahaan yang menggunakan nilai historis.
Berdasarkan hasil penelitian ini, maka disarankan kepada investor sebaiknya tidak hanya berfokus pada laba perusahaan tetapi juga menggunakan pertimbangan lain seperti kondisi ekonomi di masa mendatang, kinerja manajemen, dan regulasi pemerintah. Kemudian untuk penelitian selanjutnya disarankan untk a) menggunakan perusahan sampel yang mengguakan asumsi manajemen dalam penilaian nilai wajar, b) menggunakan perusahaan sampel yang menggunakan nilai historis dari negara yang seda mengalami penguatan kurs, dan c) melakukan klasifikasi sampel yang berasal dari negara maju dan negara berkembang.

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *