Preaload Image

Bantu Agrobisnis Jeruk Warga Desa Selorejo, Tim MBKM Akuntansi UM Kenalkan Laporan Biaya Produksi Kepada Petani Jeruk Dalam Rangka Mendukung SDGS Bidang Ekonomi

Malang, Selorejo, Dau. Tim Akuntansi FEB UM tahun 2022 telah membantu Penyusunan Sekaligus Pengenalan Laporan Biaya Produksi kepada Petani Jeruk di Desa Selorejo untuk mendukung SDGS 8 di Kecamatan Dau, Kabupaten Malang.

Sebagian besar mata pencaharian warga di Desa Selorejo Kecamatan Dau adalah menjadi Petani Jeruk. Bahkan terdapat istilah pekerjaan yang cukup melekat di desa selorejo yaitu pekerja “Bedugan”. Pekerja “Bedugul” adalah para buruh/pemilik usaha tani jeruk yang bekerja di kebun jeruk dari pagi hingga bedug (siang). Oleh

karena bekerja yang dilakukan hingga waktu Bedug itulah yang menyebabkan warga setempat memberi sebutan pekerja “Bedugan”.

Melalui observasi mendalam oleh Tim menemukan bahwa banyak diantara para Pelaku Agribisnis Jeruk (Petani Jeruk) tidak menyusun Laporan Biaya Produksi. Padahal Laporan Biaya Produksi Merupakan Aspek Penting dalam melakukan usaha, agar dapat mengetahui Jumlah total biaya yang dikeluarkan atau dapat disebut sebagai Harga Pokok Produksi (HPP) yang berguna sebagai acuan penjualan harga jeruk.

Dari kondisi tersebut, Tim berdiskusi dan bersepakat untuk mengenalkan dan membantu penyusunan Laporan Biaya Produksi sederhana dan efektif guna membantu pelaku Agribisnis jeruk Warga Desa Selorejo. Kegiatan tersebut dilakukan dengan mencari data melalui wawancara dengan petani jeruk guna mengetahui biaya – biaya yang dikeluarkan dalam melakukan usaha jeruk. Selanjutnya, Tim Menyusun Laporan Biaya Produksi yang nantinya akan dikenalkan dan diberikan kepada Pelaku Agribisnis Jeruk. Kegiatan ini bertujuan agar petani jeruk dapat menyusun laporan biaya produksi guna membantu keberlangsungan agribisnis Jeruk warga di Desa Selorejo.

Translate »
Skip to toolbar