Preaload Image

Berkolaborasi dengan TNI-Polri, Tim Departemen Akuntansi FEB UM Membuat Media Sosialisasi PMK Demi Wujudkan SDGs

Tim Pengabdian departemen Akuntansi FEB UM dan Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Negeri Malang (UM) menyerahkan media sosialisasi Penyakit Mulut dan Kaki (PMK) berupa video kepada Polsek Pagerwojo, Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur. Pembuatan video yang proses syutingnya berlangsung pada Jum’at (17/6) tersebut dilakukan dalam rangka melaksanakan program kerja Sosialisasi PMK yang bekerja sama dengan Koramil dan Polsek setempat.  Kegiatan ini mendukung adanya Sustainable Development Goals (SDGs). TPB/SDGs bertujuan untuk menjaga peningkatan kesejahteraan ekonomi masyarakat secara berkesinambungan, menjaga keberlanjutan kehidupan sosial masyarakat, menjaga kualitas lingkungan hidup serta pembangunan yang inklusif dan terlaksananya tata kelola yang mampu menjaga peningkatan kualitas kehidupan dari satu generasi ke generasi berikutnya. Kegiatan ini mendukung SDGs 3 kehidupan sehat dan sejahtera, SDGs 8 Pekerjaan layak dan Pertumbuhan Ekonomi dan SDGs 15 yaitu ekosistem daratan. Hal ini karena video PMK untuk mendukung kesehatan sehat, petumbuhan ekonomi masyakat peternak, dan ekosistem darat yang sehat .

Video sosialisasi PMK yang dibuat mahasiswa KKN UM juga dilombakan dalam Lomba Sosialisasi PMK tingkat Polres Tulungagung. Jika berhasil mewakili Polres, video tersebut akan kembali dilombakan di tingkat Polda Jawa Timur. Proses produksi video yang dilakukan Mahasiswa KKN UM meliputi penyusunan konsep dan naskah, syuting, hingga editing.

Berdurasi 9 menit, video yang berlatar di Desa Samar, Kecamatan Pagerwojo tersebut menampilkan mahasiswa KKN UM yang berperan sebagai warga desa. Mereka tengah khawatir dan berdebat soal PMK ketika akan membeli sapi ternak. Tiga aparat kemudian muncul untuk menengahi keadaan. Ketiganya yakni BKTM Desa Samar, Polsek Pagerwojo, Bripka Rachmat Kurniawan; BKTM Desa Mulyosari, Polsek Pagerwojo, Aiptu Agung Gunawan; dan Kepala Desa Samar, Rubik Astanto.

Pemilihan Desa Samar sebagai latar video didasarkan pada banyaknya hewan ternak—terutama sapi—di desa tersebut. Belakangan ini, warga desa harus “mengamankan” ternak mereka demi mencegah penyebaran PMK. PMK sendiri adalah penyakit yang disebabkan oleh virus yang dapat merusak jaringan sel. Virus ini berkembang dalam jaringan faring, kulit, dan menyebar ke seluruh tubuh melalui sirkulasi darah, kemudian akan terbentuk lepuh pada faring. Gejala PMK pada hewan yakni hipersalivasi (liur berlebih), demam, dan nafsu makan menurun.

Akibat PMK, kegiatan jual-beli hewan ternak tak dapat dilakukan, padahal hal tersebut adalah salah satu potensi penting di Desa Samar. Selain itu, kesehatan hewan ternak juga penting sebab sebagai salah satu penghasil susu terbesar di Tulungagung, Desa Samar harus memastikan agar susu yang didistribusikan ke luar selalu aman dan berkualitas.

Bripka Rachmat mengatakan, video sosialisasi PMK yang dibuat mahasiswa KKN UM pada akhirnya akan membawa nama Desa Samar. “Awalnya kita mau buat video sederhana saja. Tapi kalau bisa lebih baik, kenapa tidak? Karena (video tersebut) akan membawa nama desa (Samar),” katanya ketika ditemui Minggu (19/6). Lebih lanjut, ia mengungkapkan bahwa tak sedikit masyarakat luas yang membutuhkan pemahaman lebih mendalam soal PMK. Oleh sebab itu, video sosialisasi PMK berperan sebagai materi penyuluhan yang nantinya akan diteruskan kepada masyarakat oleh Polsek Pagerwojo.

Translate »
Skip to toolbar