Preaload Image

Cegah Risiko Finansial, Tim MBKM UM Serukan Pentingnya Menabung Sejak Dini Demi Wujudkan SDGs 3

Program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) Membangun Desa tampaknya benar-benar dimanfaatkan oleh sebelas mahasiswa asal Universitas Negeri Malang. Berdasarkan keterangan Koordinator Desa, Maulana (21), dirinya beserta sepuluh rekannya memiliki sejumlah program kerja andalan untuk memajukan berbagai lini kehidupan di Desa Sukodadi, Kec. Wagir, Kab. Malang. Tim MBKM yang terdiri dari 4 mahasiswa dan 7 mahasiswi ini menunjukkan aksi nyatanya dengan menggelar sosialisasi pentingnya menabung pada anak usia dini. Kegiatan ini dilakukan guna mendukung tujuan Sustainable Development Goals (SDGs) ke-3 yaitu “Kesehatan yang Baik dan Kesejahteraan” dengan Memastikan Kehidupan yang Sehat dan Mendukung Kesejahteraan bagi Semua untuk Semua Usia. Kegiatan sosialisasi menabung diharapkan dapat memberikan gambaran kepada masyarakat sejak dini tentang pentingnya perlindungan terhadap risiko finansial di masa depan.

“Sebenarnya Kami memiliki banyak proker. Beberapa ada yang sudah jalan kemarin, dan ada juga nanti yang rencananya bakalan dilaksanakan dalam beberapa waktu ke depan. Kebetulan saat ini Kita prokernya adalah sosialisasi menabung pada anak SD, anak usia dini” ujar Maulana saat diwawancarai tim PDD.

Sebelum menggelar kegiatan, Tim MBKM yang menjuluki dirinya sebagai Tim Sukodadienjoyer ini mengaku telah melakukan perizinan kepada beberapa pihak. Selain pihak kampus, Tim Sukodadienjoyer juga meminta izin kepada lurah setempat serta kepala sekolah SDN Sukodadi 1. Tentu bukan perkara mudah untuk menggelar kegiatan bertajuk keramaian di tengah pandemi COVID-19 seperti saat ini. Kelvin (21) selaku penanggung jawab kegiatan mengaku bahwa kegiatan pengumpulan massa ini merupakan debut pertamanya saat PPKM diberlakukan. Namun, dirinya tak menyangka bahwa semua pihak memberikan izin kepadanya untuk menyelenggarakan program kerja tersebut dengan menerapkan protokol kesehatan.

“Awalnya Saya sempet takut gitu, boleh nggak ya buat kegiatan pengumpulan massa di tengah pandemi kayak gini? Apalagi, ini kegiatan mengumpulkan banyak orang yang pertama saya lakukan dalam pandemi ini. Tapi akhirnya, Saya dan teman-teman memberanikan diri buat izin ke kampus dulu, kemudian ke Pak Lurah, dan terakhir ke Bapak Kepsek SD Sukodadi 1. Ehhh taunya meraka welcome banget. Ya, tentunya dengan prokes yang ketat. Nggak nyangka sih. Bahkan, salah satu guru merasa sangat senang sekali, soalnya sosialisasi menabung ini sesuai dengan tema pembelajaran Beliau” jelas Kelvin pada tim PDD.

Selain guru, seluruh murid dan orang tua mereka yang menyaksikan pun terlihat antusias pada penyelenggaraan kegiatan ini. Hal ini terbukti dari raut wajah kegembiraan yang mereka pancarkan saat kegiatan berlangsung. Mereka menyambut Tim Sukodadienjoyer dengan penuh rasa syukur karena mereka dapat merasakan kegiatan semacam ini lagi.

Kegiatan sosialisasi menabung yang dilakukan Tim Sukodadienjoyer bukanlah tameng untuk menggugurkan kewajiban mahasiswa semata, tetapi memiliki tujuan jangka panjang. Dalam penjelasannya, Maulana juga mengatakan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk melatih kedisiplinan anak usia dini. Dengan menabung sejak dini, anak-anak akan dengan terbiasa untuk tidak menghambur-hamburkan uang dalam hidupnya. Selain itu, anak-anak juga akan terlatih untuk mengambil keputusan secara bijak.

“Tujuannya tentu bukan menggugurkan kewajiban seorang mahasiswa loh ya hehe.. Kegiatan ini, tujuannya agar di masa depan, anak-anak jadi semakin disiplin, nggak beli ini itu yang kurang penting gitu, sehingga mereka juga terlatih ambil keputusan dengan benar” pungkas Maulana.

Translate »
Skip to toolbar