Preaload Image

DayCandy, Permen Rendah Gula bagi Penderita Diabetes Melitus 2 diciptakan Oleh Kolaborasi Mahasiswi Departemen Akuntansi Bersama Tim PKM-K dari Fakultas MIPA

Diana Yohanes, seorang mahasiswi S1 Akuntansi Angkatan 2019 bersama tim PKM-K dari Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) yang diketuai oleh Jiilaan Hani Safitri berhasil lolos pendanaan Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) Tahun 2022. Tim yang diketuai oleh Jiilaan ini merupakan kolaborasi dari tiga fakultas yang berbeda yaitu Fakultas Matematika dan IPA (FMIPA), Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB), dan Fakultas Sastra (FS). Proposal dengan skema PKM-Kewirausahaan berjudul “DayCandy: Permen Rendah Gula Anti Diabetes Dari Ekstrak Bawang Dayak Terstandarisasi dan Sari Buah Apel Malang sebagai Pemanis Alami” ini diajukan di tingkat FMIPA dengan bimbingan Dr. Muh. Ade Artasastra, S.Si hingga akhirnya memperoleh pendanaan PKM 2022.

Berawal dari diajak teman dari jurusan yang berbeda, Diana Yohanes atau yang kerap disapa Diyo ini akhirnya setuju untuk bergabung dengan Tim DayCandy. Tidak terpikirkan untuk mengikuti kegiatan Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) untuk yang kedua kalinya, namun judul yang akan diajukan menjadi daya tarik tersendiri bagi Diyo. Menurutnya, judul dan inovasi berbahan dasar bawang dayak yang telah dirancang oleh ketua tim yaitu Jiilaan membuat Diyo tergerak untuk kembali ikut berkompetisi dalam Program Kreativitas Mahasiswa. Terlebih judul yang diajukan tersebut juga memiliki kebermanfaatan bagi masyarakat khususnya para penderita Diabetes Melitus 2 untuk tetap bisa menikmati permen rendah gula.

“Awalnya diajak teman dari Ekonomi Pembangunan. Tidak terpikir untuk ikut PKM yang kedua kalinya karena sudah masuk semester yang sebentar lagi skripsi. Namun, melihat judul dan inovasi yang diajukan itu membuat daya tarik tersendiri dan pasti memiliki kebermanfaatan bagi masyarakat khususnya penderita Diabetes Melitus 2,” jelas Diyo.

Permen rendah gula berbahan dasar bawang dayak dirancang oleh Diyo bersama keempat rekannya dari Fakultas Sastra dan Fakultas MIPA tentu tidak terlepas dari kendala-kendala yang terjadi, seperti kesibukan perkuliahan, Kuliah Kerja Nyata (KKN), dan magang yang menjadi penghambat proses pembuatan DayCandy. Pembagian tugas menjadi salah satu kunci dalam mengatasi kendala yang ada sehingga proses pembuatan produk bisa tetap berjalan sesuai target.

“Lebih ke kesibukan perkuliahan, KKN, dan magang menjadi salah satu penghambat untuk berkumpul dalam pembuatan DayCandy. Tetapi, meskipun ada kendala seperti itu, kita tetap melakukan pembagian tugas,” ungkap mahasiswi berhijab tersebut.

Sebagai dosen sekaligus Koordinator Prodi S1 Akuntansi, Dr. Makaryanawati, S.E., M.Si, Ak., CA. mengungkapkan rasa bangganya atas keikutsertaan mahasiswinya dalam Program Kretivitas Mahasiswa (PKM) yang merupakan program bergengsi mahasiswa di seluruh Indonesia. Beliau mengungkapkan bahwa, keikutsertaan dalam PKM dengan berbagai skema yang ada bisa menjadi jembatan bagi mahasiswa Departemen Akuntansi lainnya untuk menuangkan dan merealisasikan inovasi yang dirancang.

“Ini bisa menjadi contoh bagi mahasiswa Departemen Akuntansi lainnya dan menjadikan PKM sebagai program yang menjembatani mahasiswa untuk merealisasikan ide yang dimiliki. Meskipun dari background akuntansi, tidak harus PKM-K, bisa dengan skema lainnya. Terlebih jika adanya kolaborasi dengan teman dari jurusan lainnya, pasti banyak pengalaman yang akan diperoleh,” pungkas Dr. Makaryanawati.

(Tim Asisten Kreatif Departemen Akuntasi, 2022)

Translate »
Skip to toolbar