Preaload Image

Departemen Akuntansi FEB UM Bersama dengan APRODIKSI Heni Mulyani Menggalakkan Optimalisasi Perkembangan Teknologi pada Pembelajaran Akuntansi untuk Sukseskan SDGs 8 & 4

Pada saat ini dunia sedang menghadapi kemajuan dan perkembangan teknologi yang sangat cepat yaitu zaman dimana segala informasi dapat diakses dengan sangat mudah dan tanpa batas serta sudah menjadi habit dalam kehidupan keseharian masyarakat yang tidak dapat dipisahkan bahkan dapat mempengaruhi cara pandang masyarakat terhadap sesuatu, cara masyarakat merespon sesuatu dan bahkan dapat mempengaruhi tindakan atau pengambilan keputusan individu, fenomena tersebut yang dinamakan sebagai era digital. Menurut Ibu Heni Mulyani selaku aliansi profesi pendidik akuntansi Indonesia (aprodiksi)) dalam acara webinar nasional 3rd National Seminar Accounting, Finance and Economics (NSAFE) 2022 yang mengusung tema “ Optimalisasi Teknologi Digital Pendidikan Akuntansi Dalam Menyongsong Kemajuan Akuntan Indonesia”, Era digital menyebabkan beberapa transformasi digital yaitu transformasi pendidikan, dimana kegiatan pembelajaran pada era ini tidak terbatas ruang dan waktu serta kemudahan dan banyaknya informasi yang ada menyebabkan sumber referensi dan literasi untuk siswa atau mahasiswa menjadi sangat luas. Era digital juga menyebabkan transformasi di bidang ekonomi yaitu munculnya profesi-profesi baru yang layak bahkan sangat menjanjikan untuk masa depan. Program ini merupakan upaya Departemen Akuntansi FEB UM dalam mewujudkan SDGs atau Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (TPB) Tujuan 8 dalam  “Meningkatkan Pertumbuhan Ekonomi yang Inklusif dan Berkelanjutan, Kesempatan Kerja yang Produktif dan Menyeluruh, serta Pekerjaan yang Layak untuk Semua”  Program ini juga mendukung SDGs 4 “Menjamin Kualitas Pendidikan yang Inklusif dan Merata serta Meningkatkan Kesempatan Belajar Sepanjang Hayat untuk Semua”.

Menurut survei yang dilakukan oleh Hootsuite mengenai rata-rata waktu penggunaan media per hari pada Januari 2020, menyatakan bahwa penggunaan internet hampir delapan jam per hari dan media sosial hampir dua setengah jam per hari, hal tersebut membuktikan bahwa teknologi sudah menjadi hal yang sangat diperlukan dalam keseharian masyarakat dan hal tersebut membuktikan bahwa era digital saat ini sudah tidak bisa dihindari. Oleh karena itu kita harus dapat bersikap adaptif dengan keadaan yang ada, salah satunya yaitu dengan mengoptimalkan pemanfaatan teknologi dalam bidang pendidikan yang bisa dilakukan dengan cara membentuk konten belajar digital yang menarik sehingga dapat membantu guru atau dosen dalam menjelaskan materi yang disampaikan dan membantu siswa atau mahasiswa sebagai audience dapat memahami materi yang disampaikan dengan lebih mudah, meningkatkan minat dan semangat siswa atau mahasiswa dalam belajar karena jika seseorang melakukan sesuatu atau aktivitas sesuatu dengan suka atau senang maka hal tersebut akan terasa ringan, jika konteksnya dalam hal belajar maka materi yang disampaikan akan dapat dengan mudah diimplementasikan oleh pada siswa atau mahasiswa, dengan konten belajar digital kegiatan pembelajaran juga dapat dilakukan dimana saja dan kapan saja.

Pengoptimalan pemanfaatan teknologi dalam pembelajaran juga dapat meningkatkan soft skill pengajar berupa kreativitas, karena pengajar harus bisa menyesuaikan materi mana yang sesuai dengan konten pembelajaran. Bentuk-bentuk konten belajar digital yaitu berupa gambar, audio, animasi, video dan ebook. Pengajar juga harus menyesuaikan tipe belajar para subjek pembelajaran yaitu siswa atau mahasiswa yang dikombinasikan dengan teknologi. Misalnya audience rata-rata menyukai tipe belajar dengan mendengarkan maka konten belajar bisa dilakukan melalui audio serta dikombinasi dengan teknologi yaitu dengan membuat podcast dengan bintang tamu yang menarik misalnya guru atau dosen favorit yang diajak diskusi mengenai materi yang akan disampaikan. Contoh selanjutnya misalkan audience merupakan tipe yang beragam atau gabungan dari mendengar, membaca, memperhatikan, menyimak dan berdiskusi, maka bisa menggunakan sistem pembelajaran dua arah yang menarik dan tidak membosankan, dengan hal itu maka pembelajaran akan berjalan dengan efektif dan efisien sehingga akan menghasilkan pendidikan yang berkualitas.

Seperti halnya yang sudah disebutkan diatas bahwa era digital juga menyebabkan transformasi ekonomi dimana pada saat ini berkembangnya berbagai macam profesi atau pekerjaan yang layak bahkan sangat menjanjikan untuk masa depan seperti influencer, youtube, content creator financial planner, data analyst dan lain sebagainya. Tidak seperti dulu yang pekerjaan idaman seseorang dan mertua adalah menjadi abdi negara atau Pegawai Negeri Sipil (PNS) yang sekarang menjadi ASN (Aparatur Sipil Negara). Profesi yang berkembang tersebut kebanyakan profesi yang berkaitan dengan teknologi seperti media sosial dan IT. Sehingga jika seseorang mampu mengoptimalkan pemanfaatan teknologi maka mereka juga akan bisa mendapatkan pekerjaan yang layak dan berorientasi tinggi di masa yang akan datang. Menciptakan lapangan pekerjaan merupakan perhatian utama dari pembuatan kebijakan ekonomi dan rencana pembangunan, sehingga dengan pertumbuhan ekonomi akan lebih kuat, inklusif yang dapat mengurangi angka kemiskinan. Hal tersebut merupakan suatu sistem yang positif bagi perekonomian maupun bagi masyarakat serta mendorong pembangunan berkelanjutan.

Pengoptimalan pemanfaatan teknologi di era digital dalam bidang pendidikan maka akan menciptakan pendidikan yang berkualitas sehingga menghasilkan karakter individu yang unggul yaitu seperti memiliki kemampuan Emotional intelligence, creativity dan inovatif sebagai bekal soft skills mereka dan bekal hard skills berupa keahlian dalam menggunakan software yang telah dipelajari selama menempuh bangku sekolah atau kuliah. Jika keduanya digabungkan maka akan menghasilkan individu yang unggul pula, sehingga untuk urusan financial dapat stabil karena jika seseorang telah memiliki kedua kemampuan tersebut maka tidak perlu mencari uang tetapi uang yang akan menghampiri. Jika hal tersebut sudah terwujud maka kita bisa membantu pemerintah dalam mewujudkan Susainable Development Goals (SDGs) 4 yang bertujuan untuk menjaga dan meningkatkan kesejahteraan ekonomi masyarakat secara berkesinambungan, menjaga kelangsungan hidup sosial masyarakat, menjaga kualitas lingkungan masyarakat serta pembangunan inklusif dan agar berjalannya tata kelola yang mampu meningkatkan kualitas kehidupan dari satu generasi ke generasi berikutnya.

 

Translate »
Skip to toolbar