Preaload Image

Departemen Akuntansi Universitas Negeri Malang Gelar Webinar Dan Call For Paper Pada 2nd Series of National Seminar on Accounting, Finance & Economics (NSAFE) 2022

 

Pada tanggal 9 April 2022, Departemen Jurusan Akuntansi Universitas Negeri Malang telah sukses menyelenggarakan 2nd Series of National Seminar on Accounting, Finance & Economics (NSAFE) 2022. Acara ini bukan hanya sekedar seminar saja melainkan juga terdapat kompetisi Call For Paper bagi mahasiswa dan umum. Walaupun kegiatan ini dilakukan secara online, namun acara tetap berjalan lancar dan sukses terlaksana. Seminar ini diselenggarakan secara online menggunakan platform zoom. Adanya webinar ini bertujuan untuk memberikan pengetahuan kepada para mahasiswa dan para hadirin mengenai materi  “Akselerasi Pertumbuhan Ekonomi Melalui Transformasi Binis Digital” dimana pada era yang serba modern seperti sekarang banyak dimanfaatkan sarana digital dalam kegiatan ekonomi dan tidak dapat lepas dari peran teknologi. Selain itu, dengan adanya webinar ini diharapkan dapat menjawab segala future problems tentang transformasi bisnis digital dan dampaknya dalam pertumbuhan ekonomi.

Serangkaian acara webinar ini dibuka oleh Ibu Dr. Satia Nur Maharani, S.E., M.SA., Ak., CSRS selaku ketua jurusan Akuntansi Universitas Negeri Malang dan dilanjutkan dengan sesi pemberian materi yang dipimpin oleh Ibu Dhika Maha Putri, S.Pd., M.Acc. selaku dosen jurusan Akuntansi Universitas Negeri Malang sebagai moderator. Materi pertama disampaikan oleh Bapak Tarandhika Tantra, S.MB., M.M yang menyampaikan materi mengenai Akselerasi Transformasi Digital Usaha Mikro, Kecil, Dan Menengah Melalui Digital Enterpreneurship.

Secara garis besar materi pertama akan membahas Dampak pandemi terhadap UMKM dimana hal ini mendorong digunakannya teknologi digital untuk mengatasi berbagai kemungkinan turunnya penjualan dan upaya meningkatkan strategi pemasaran. Selain itu, terdapat beberapa alasan mengenai mengapa kita harus memanfaatkan teknologi digital. Pertama, populasi penduduk Indonesia cukup besar dan mayoritas penduduknya memiliki lebih dari tiga ponsel sehingga terbilang masyarakat Indonesia sangat addict dengan penggunaan ponsel. Hal ini juga didukung dengan penggunaan media sosial yang terbilang tinggi dimana pengguna media sosial kini sudah melebihi 191 Juta users. Disisi lain, kini sudah banyak UMKM yang telah terkoneksi dengan internet dan menjadikan bisnisnya memasuki marketplace. Namun, penting bagi UMKM untuk memikirkan konten agar terdesain semenarik mungkin bagi konsumen. Misalnya saja segala media sosial seperti dari Whatsapp for Business telah dihubungkan dengan instagram sehingga katalog produk dapat dilihat banyak pengguna instagram. Dalam penyusun konten, isi haruslah fokus dengan tujuan dan juga target sehingga strategi marketing akan lebih terarah. Karena konten ini dianggap penting, maka konten harus menarik, posting terjadwal, dan menentukan cara agar postingan dapat terbaca banyak pengguna. Kemudian juga perlu adanya monitoring dan analisis dari hasil marketing yang telah dilakukan. Bapak Tarandhika Tantra, S.MB., M.M juga memberikan insight bahwa media digital dapat efektif apabila kita paham pasar yang dituju dan konten sesuai dengan sasaran, selain itu diperlukan kejujuran dalam memasarkan produk kemudian perlu dipertimbangkan lagi bahwa promosi dengan digital itu juga perlu dilihat dari jenis produknya. Misalnya saja produk makanan yang tidak dapat disimpan dalam jangka waktu lama, maka promosi lebih diutamakan ditujukan kepada konsumen yang memiliki jangkauan wilayah dekat seperti radius beberapa kilometer saja.

Kemudian sesi materi kedua dilanjutkan oleh Bapak Mario Agustian Lasut yang merupakan CFO Financialku. Materi yang disampaikan beliau akan membahas mengenai Akselerasi Pertumbuhan Ekonomi Melalui Bisnis Digital. Secara garis besar materi ini akan menjabarkan pentingnya literasi keuangan bagi startup digital di Indonesia. Hal ini dikarenakan pengguna media sosial di Indonesia sangat tinggi, serta tingkat nilai ekonomi digital Nilai ekonomi digital Indonesia di Tahun 2021 dilihat dari Compound Annual Growth Rate (CAGR) sebesar US$ 70 Miliar atau tumbuh 49% dari tahun 2020. Dengan adanya pandemi, banyak pengguna internet memutuskan untuk melakukan pembelian berbagai produk melalui kanal digital. Dengan rincian bahwa menurut akumulasi nilai pembelian konsumen melalui platform digital adalah 1) E-Commerce +52%, 2) Transport & Food +36%. 3) Online Travel +29% dan 4) Online Media +48%. Platform digital ini bukan hanya dapat digunakan sebagai media jual beli, namun kini telah berkembang ke layanan digital payment seperti Fintech.

Layanan Fintech dapat berupa sistem pembayaran, Remittance, Dompet Digital, Platform Jual Beli Aset Kripto, Forex, Komoditas, Marketplace, E-Commorce, dan sebagainya. Layanan ini dapat berbentuk P2P Lending, Equity Crowdfunding, dan Keuangan Digital. Bahkan di Indonesia sendiri telah menggunakan banyak layanan digital pada berbagai Bank Umum seperti pada BTPN, DBS, Bukopin, Bank Permata, Bank Danamon, dan sebagainya
(CNN). Namun, masih terdapat tantangan seperti permasalahan Infrastruktur Informasi dan Teknologi, Sumber Daya Manusia, Peraturan dan UU yang berlaku, Pasar yang masih memerlukan Edukasi, Akses Permodalan dan Pendanaan masih terbatas, Keamanan Data dan Jaringan, Akses teknologi masih belum terjangkau, dan Terjebak pada tren dan istilah. Harapannya berbagai startup di Indonesia dapat berkembang dengan pemanfaatan berbagai teknologi digital serta jangan pernah takut untuk merintis bisnis.

Setelah sesi pemberian materi dan tanya jawab berakhir, dilanjutkan dengan penganugerahan dari Call for Paper dengan tema “Akselerasi Pertumbuhan Ekonomi Melalui Transformasi Bisnis Digital. Kompetisi ini diikuti oleh berbagai peserta yang berasal dari universitas-universitas di seluruh Indonesia. Setelah melewati tahap penilaian dari reviewer, diputuskan bahwa Best Paper 1 diraih oleh Yan Putra Timur yang berasal Universitas Airlangga Surabaya dengan paper berjudul “Apakah Digital Cause-Related Marketing Berpengaruh Terhadap Niat Beli Konsumen Muslim Pada Produk UMKM Makanan Halal?”.

Kemudian untuk Best Paper 2 diraih oleh Salsabila Putri Tristiana, Eka Wulandari Putri, Rizkika Auliya Isnaini yang berasal dari Universitas Negeri Malang dengan paper berjudul “Peran Sistem Digital Payment Sebagai Strategi Peningkatan Pendapatan pada Usaha”.

Acara tersebut berjalan lancar dengan dihadiri oleh berbagai mahasiswa di berbagai Universitas di Indonesia. Para peserta sangat antusias terbukti dengan antusias dari peserta yang mengajukan berbagai pertanyaan pada sesi tanya jawab. Sehingga, secara keseluruhan acara Seminar dan Call for Paper ini berlangsung sangat memuaskan. Hal ini tak lepas dari kerja sama tim yang luar biasa dari panitia National Seminar on Accounting, Finance & Economics (NSAFE) 2. Kedepannya, diharapkan NSAFE-NSAFE selanjutnya dapat menjadi acara  Webinar dan Call for Paper rutin yang mampu memberikan berbagai pengetahuan terkait berbagai materi perekonomian serta membuka pintu bagi berbagai mahasiswa dan umum untuk menuangkan berbagai ide penelitian yang dituangkan pada Call for Paper Departemen Akuntansi Universitas Negeri Malang.

 

Translate »
Skip to toolbar