Preaload Image

DUKUNG PENUH PROGRAM SDGS 2030, TIM DEPARTEMEN AKUNTANSI FEB UNIVERSITAS NEGERI MALANG BAGIKAN TONG SAMPAH MURAL GRATIS

Minimnya kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga kebersihan lingkungan mengakibatkan tidak terjaganya keasrian lingkungan. Membuang sampah sembarangan, termasuk ke aliran sungai padahal mereka pun sudah tahu konsekuensi atas tindakan tersebut menimbulkan masalah kedepannya. Masalah yang ditimbulkan oleh sampah tidak main-main. Pengelolaan sampah yang tidak benar dapat mengakibatkan dampak negative bagi manusia seperti banjir, bau tidak sedap, bahkan penyakit. Untuk itu melalui program SDGs 2030, diharapkan kondisi lingkungan Indonesia dapat membaik. Pengelolaan sampah ini termasuk dalam tujuan SDGs nomor 6 memastikan ketersediaan dan pengelolaan air dan sanitasi yang berkelanjutan untuk semua (Clean Water and Sanitation),SDGs 13 yaitu mengambil tindakan segera untuk memerangi perubahan iklim dan dampaknya (Climate Action), SDGs 14 yaitu melestarikan dan secara keberlanjutan menggunakan samudra, laut, dan sumber daya laut untuk pembangunan keberlanjutan (Life Below Waterdan SDGs 15 melindungi, memulihkan dan mempromosikan penggunaan ekosistem darat secara keberlanjutan, mengelola hutan secara keberlanjutan, memerangi pengundulan gunung, dan menghentikan serta mengembalikan degredasi lahan dan menghentikan hilangnya keaneragaman hayati (Life On Land. Keempat tujuan tersebut sama-sama berhubungan dengan pengelolahan sampah yang perlu diselesaikan sesegera mungkin. 

Mahasiswa program kerja akuntansi Universitas Negeri Malang melakukan kegiatan pembagian tong sampah mural gratis kepada masyarakat Dusun Trajen, Desa Pakisjajar, kabupaten Malang. Kegiatan tersebut dilaksanakan pada 27 Desember 2021. Pelaksanaan program pengadaan tempat sampah ini didasari oleh kurangnya tempat sampah yang ada di Desa Pakisjajar sehingga menyebabkan adanya beberapa warga yang membuang sampah bukan pada tempatnya seperti di lahan kosong dan selokan. Jika hal ini terus berlanjut, dapat menyebabkan pencemaran lingkungan dan mempengaruhi kesehatan penduduk desa Pakishajar. Progam ini diawali dengan membeli kaleng cat bekas sebanyak 27 buah. Selanjutnya tim program kerja UM membersihkan kaleng cat tersebut lalu mengecat sisi luar kaleng dan memberi tulisan pada kaleng dengan cetakan nama yang terbuat dari kertas. Tim program kerja UM juga melukis kaleng cat bukan hanya untuk memperindahnya tetapi agar menarik anak-anak untuk membuang sampah pada tempatnya.

Pembagian tempat sampah dari kaleng cat bekas ini dilakukan di depan rumah kepala Dusun Trajeng, Bapak Sof’an kepada warga yang menjadi nasabah bank sampah Dusun Trajeng. Warga terlihat sangat antusias dalam mengikuti progam pengadaan tempat sampah. Progam ini dilaksanakan dengan tujuan agar terciptanya lingkungan Desa Pakisjajar  yang bersih, sehat, dan bebas sampah sehingga dapat meningkatkan daya imunitas warga. Pengadaan tempat sampah ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran warga akan pentingnya kebersihan dengan salah satu cara tidak membuang sampah sembarangan agar tujuan dari progam ini dapat tercapai.

Translate »
Skip to toolbar