Preaload Image

Edukasi Keuangan Digital Dosen Akuntansi UM kepada Ibu-Ibu PKK di Desa Kejapanan Gempol Pasuruan Wujud Perhatian Kampus Terhadap Pencapaian SDGs di Mayarakat

Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) adalah seruan universal untuk bertindak menciptakan dunia yang lebih adil, merata, dan memastikan tidak ada yang tertinggal. Pada tahun 2015, semua negara anggota Perserikatan Bangsa-Bangsa mengadopsi Agenda 2030 untuk Pembangunan Berkelanjutan. Agenda ini terdiri dari 17 tujuan pembangunan berkelanjutan (SDGs) mewujudkan cetak biru bersama untuk masa depan yang lebih damai, sejahtera, dan berkelanjutan untuk semua. Sementara semua tujuan saling berhubungan, pengabdian yang dilakukan oleh dosen Akuntansi FEB UM kali ini memiliki misi peningkatan kualitas Pendidikan dan ekonomi melalui edukasi keuangan digital dalam hal ini maraknya pinjaman online. Hutang merupakan salah satu alternatif peningkan usaha untuk meningkatkan kualitas hidup. Namun sebaliknya hal ini apabila kita tidak cerdas maka justru akan semakin menjerumuskan kualitas hidup itu sendiri kea rah yang negatif.

Pinjaman Online (Pinjol) beberapa waktu lalu sempat menghebohkan masyarakat Indonesia. Mengingat banyak bermunculan masyarakat yang mengaku telah menjadi korban dari pinjaman online (pinjol) yang ilegal. Meski pemerintah telah melakukan penertiban pada operator aplikasi pinjol ilegal, namun hingga saat ini masih ada saja masyarakat yang kemudian melapor atau menjadi korban Pinjol tersebut.

Peristiwa seperti ini, dapat terus terjadi karena banyaknya masyarakat yang kurang memiliki pemahaman mengenai pinjaman online. Walaupun, pemerintah telah melakukan sosialisasi tentang pentingnya kesadaran pinjaman online illegal, tetapi sosialisasi tersebut tidak dilakukan secara merata di semua wilayah karena keterbatasan akses internet dan biaya. Akan tetapi, semakin maraknya kasus pinjaman online illegal ini, semakin banyak pula pihak-pihak lain yang ikut serta membantu pemerintah untuk menyuarakan terkait pinjaman online tersebut.

Dalam sosialisasi ini, berhubungan dengan SDGs bagian kualitas pendidikan (quality education). Hal tersebut dikarenakan, sosialisasi ini berisikan edukasi tentang pinjaman online illegal. Hasil yang diharapkan dari sosialisasi ini yaitu masyarakat dapat lebih berhati-hati terhadap tawaran pinjaman online yang beredar.

Guru dan dosen sebagai tenaga pendidik tidak harus melakukan kewajiban di lingkungan pendidikan. Namun, dapat juga melakukan kewajibannya untuk mengabdi kepada masyarakat, seperti yang dilakukan oleh tenaga pendidik dari Universitas Negeri Malang. Hal ini semata-mata dilakukan untuk meningkatkan kesadaran edukasi dalam masyarakat yang tidak memiliki akses internet dan biaya.

Terkait dengan kondisi tersebut, Tim Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Dosen Program Studi Akuntansi Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Malang (FEB UM) melakukan kegiatan PKM di desa Kejapanan, Gempol Pasuruan.

Ketua Tim PKM Dosen Prodi Akuntansi FEB UM, Dr. Puji Handayati, SE., MM., Ak., CA., CMAeg menyampaikan kegiatan PKM dosen Akuntansi FEB UM ini dilaksanakan dalam bentuk sosialisasi literasi keuangan kepada ibu-ibu PKK Desa Kejapanan Gempol Pasuruan.

“Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan edukasi kepada Ibu-Ibu PKK terkait dengan perkembangan financial teknologi atau keuangan digital serta bagaimana cara membatasi agar tidak sampai terjebak dalam praktik pinjaman online yang sudah banyak memakan korban,” ungkap Puji Handayati.

Puji Handayati melaksanakan kegiatan PKM tersebut bersama dosen Akuntansi FEB UM lainnya yakni Novi Trisnawati, SE., MSA dan juga beberapa orang mahasiswa FEB UM yang ikut terlibat dalam kegiatan PKM tersebut.

“Kami berusaha memberikan sosialisasi dan literasi keuangan agar ibu-ibu PKK ini memahami tentang keuangan digital yang berkaitan dengan aplikasi pinjaman online (pinjol). Mengingat tidak sedikit ibu-ibu yang menjadi korban Pinjol,” ungkap perempuan yang menjabat sebagai Wakil Dekan II FEB UM ini dalam sambutannya.

Ketua PKK Desa Kejapanan Gempol Pasuruan yakni Any Yustiani menyampaikan apresiasi kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat Dosen Akuntansi FEB UM tersebut.

“Dengan adanya sosialisasi literasi keuangan dari para dosen pengajar FEB UM ini semoga tidak akan ada warga Desa Kejapanan yang akan menjadi korban Pinjaman Online,” harap Any Yustiani.

Literasi keuangan yang disampaikan kepada ibu-ibu PKK Kejapanan tersebut salah satunya diberikan oleh Dr. Retna Safriliana, SE., M.Si., Ak., CA yang memberikan materi tentang financial technologi.

Keseruan kegiatan justru muncul di sesi diskusi dan tanya jawab, dimana para peserta banyak yang memberikan pertanyaan sehingga sesi diskusi menjadi lebih meriah dan menyenangkan.

“Semoga dengan kegiatan literasi keuangan ini dapat memberikan pemahaman tentang financial technologi atau keuangan digital kepada Ibu-Ibu PKK, sehingga dapat lebih berhati-hati dalam menggunakan keuangan digital agar tidak sampai terjebak dalam skenario Pinjaman Online yang masih marak terjadi,” pungkas Puji Handayati. (A.Y)

 

Translate »
Skip to toolbar