Preaload Image

Edukasi Pentingnya Menyusun Perencanaan dan Penganggaran Keuangan bagi UMKM di Desa Duwet Krajan Demi Mewujudkan SDGs

Kelompok Pengabdian MBKM Membangun Desa Universitas Negeri Malang telah melaksanakan program kerja sosialisasi bertajuk “Pentingnya Menyusun Perencanaan dan Penganggaran Keuangan Bagi UMKM”. Program kerja tersebut dilaksanakan oleh mahasiswa yang berasal dari prodi S1 Akuntansi, yaitu: Gracia Angelina Nawang Wulan, Ahmad Hikami, Intan Dilla Sabilah, Tioryta Grasella Sijabat, Gusti B’tari Artichah, Gita Gloria Christy, Dania Anitsa, Alfi Rosyidah Hamim, Fera Pebriyanti, Ajeng Purbaningrum, Uswatur Rizkiyah, Sayyid Achmad Abdillah, dan Faridah Puteri Permatasari. Kegiatan ini mendukung adanya Sustainable Development Goals (SDGs) antara lain SDGs 4 yaitu pendidikan bermutu yang diwujudkan dengan adanya pendidikan perencanaan keuangan UMKM, SDGs 8 yaitu pekerjaan layak dan pertumbuhan ekonomi, dan juga SDGs 10 mengurangi ketimpangan yaitu dengan semua masyarakat memiliki perencanaan dan penganggaran yang baik.

Program kerja yang dilaksanakan pada hari Rabu (29/12) tersebut dihadiri oleh para kader dan pegiat UMKM di Desa Duwet Krajan. Program kerja dilaksanakan di salah satu kediaman warga desa dan dihadiri oleh Dosen Pembimbing Lapangan, Bapak Tomy Rizky Izzalqurny, S.E. M.S.A, yang sekaligus mengisi materi pada acara tersebut. “Penganggaran keuangan ini juga berfungsi sebagai pedoman dan petunjuk dalam menjalankan operasional usaha. Oleh karena itu, UMKM harus menyusun anggaran yang baik dan benar untuk mencegah pengeluaran yang tidak sesuai dengan anggaran yang ditetapkan sebelumnya.” Terang Bapak Tomy pada sesi penyampaian materi kepada pegiat UMKM yang hadir.

Beliau menegaskan, menyusun perencanaan dan penganggaran keuangan sama pentingnya dengan menyusun strategi bisnis. Perencanaan bisnis bermanfaat untuk mempermudah mencapai tujuan bisnis, mempermudah pengawasan, dan membantu UMKM dalam pengambilan keputusan.

Sosialisasi “Pentingnya Menyusun Perencanaan dan Penganggaran Keuangan Bagi UMKM” juga membuka sesi diskusi dengan peserta yang hadir. Berdasarkan hasil diskusi tersebut, diketahui bahwa kendala yang dihadapi adalah kurangnya pengetahuan pegiat UMKM dalam menyusun perencanaan dan penganggaran keuangan.

Dalam kesempatan tersebut, Pak Tomy menghimbau para pegiat UMKM untuk lebih inisiatif dalam mengedukasi diri mengenai sistematika penyusunan perencanaan dan penganggaran keuangan bagi UMKM. Para pegiat UMKM dapat memanfaatkan berbagai platform yang menyediakan informasi paling akurat sehingga akan membantu proses perencanaan dan penganggaran keuangan bagi usaha yang dijalankannya.

“Alhamdulillah, jadi sedikit lebih paham, InsyaaAllah setelah ini akan mengimplementasikan apa yang disampaikan dari sosialisasi tadi.” Ucap salah satu peserta sosialisasi saat diminta memberi pesan dan kesan selama mengikuti acara.

Translate »
Skip to toolbar