Eksistensi Praktik Konservatisme Akuntansi Setelah Konvergensi IFRS Pada Perusahaan Manufaktur Yang Terdaftar Di Bursa Efek Indonesia

Aisah, Desi Siti. 2016. Eksistensi Praktik Konservatisme Akuntansi Setelah Konvergensi IFRS Pada Perusahaan Manufaktur Yang Terdaftar Di Bursa Efek Indonesia. Skripsi, Jurusan Akuntansi, Fakultas Ekonomi, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Dr. Eka Ananta Sidharta, S.E., M.M., Ak., CA, (II) Dr. Endang Sri. A.,S.E., M.Si., Ak.
Kata Kunci: IFRS, Konservatisme Akuntansi, Bonus Plan, Political Cost, Debt Covenant, Perusahaan Manufaktur di BEI
Penelitian ini bertujuan menganalisis eksistensi konservatisme saat Ikatan Akuntan Indonesia (IAI) memutuskan untuk melakukan konvergensi IFRS terhadap standar akuntansi di Indonesia. Eksistensi tersebut diuji dengan menguji pengaruh faktor-faktor yang mempengaruhi konservatisme, yaitu bonus plan, political cost, dan debt covenant terhadap konservatisme akuntansi perusahaan manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode tahun 2012-2014, apakah faktor-faktor tersebut masih mampu mempengaruhi manajemen untuk melakukan praktik prinsip konservatisme akuntansi setelah adanya konvergensi IFRS.
Populasi dalam penelitian ini perusahaan manufaktur yang terdaftar di Bursa efek Indonesia. Sampel di ambil dengan menggunakan metode purposive sampling. Data dalam penelitian ini diambil dari laporan keuangan auditan. Analisis data dalam penelitian ini menggunakan regresi linier berganda.
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: 1) Bonus plan tidak berpengaruh terhadap konservatisme akuntansi, hal ini dibuktikan dengan koefisien regresi sebesar 0,005 dengan tingkat signifikansi sebesar 0,290, 2) Political cost berpengaruh terhadap konservatisme akuntansi, hal ini dibuktikan dengan koefisien regresi sebesar 0,191 dengan tingkat signifikansi sebesar 0,000, 3) Debt covenant tidak berpengaruh terhadap konservatisme akuntansi, hal ini dibuktikan dengan koefisien regresi sebesar -0,024 dengan tingkat signifikansi sebesar 0,441.
Saran dalam penelitian ini adalah: 1) Perusahaan masih tetap perlu menggunakan prinsip konservatisme akuntansi mengingat dunia bisnis yang dipenuhi ketidakpastian namun harus disesuaikan dengan kondisi yang berlaku. 2) Investor hendaknya mempertimbangkan aspek penerapan konservatisme akuntansi dalam melakukan analisis terhadap laporan keuangan perusahaan karena hasil penelitian ini menunjukkan adanya pengaruh antara political cost dan konservatisme akuntansi. 3) Penelitian selanjutnya disarankan untuk mengambil sampel pada jenis industri lain diluar manufaktur, seperti perbankan. Menggunakan pengukuran lain atau menambah model lain dari konservatisme akuntansi dan menggunakan variabel lain yang dapat mempengaruhi konservatisme akuntansi yang tidak dijelaskan dalam penelitian ini

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *