Preaload Image

Gapai SDG Indikator 4 dan 11, Pembangunan “Lapak Baca” Mengusung Tujuan Tingkatkan Literasi Membaca Anak Desa Jatirejoyoso

Tim MBKM Universitas Negeri Malang telah meresmikan berdirinya perpustakaan mini bernama “LAPAK BACA” yang berlokasi di kawasan wisata edukasi Taman Refugia Jati, Dusun Dawuhan, Desa Jatirejoyoso, Kepanjen, Malang. Program ini menargetkan anak-anak kecil terutama anak SD atau SMP Desa Jatirejoyoso yang bertujuan sebagai salah satu upaya untuk meningkatkan minat baca generasi muda yang pada saat ini kebiasaan membaca mulai memudar, karena para generasi muda lebih tertarik untuk bermain gadget daripada membaca buku. Hal ini selaras dengan perwujudan indicator Sustainable Development Goals Indikator 4 (Pendidikan Berkualitas) dan Indikator 11 (Kota dan Permukiman yang Berkelanjutan).Selain itu, tujuan diadakannya program ini adalah sebagai upaya untuk meningkatkan kemampuan sosial interaksi anak dengan lingkungannya. 

“Semoga dengan adanya lapak baca ini dapat menumbuhkan dan meningkatkan minat anak-anak Jatirejoyoso untuk membaca daripada menghabiskan waktu untuk bermain gadget” ujar Bapak Arifin selaku ketua Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Desa Jatirejoyoso pada saat peresmian pembukaan Lapak Baca.

Tim MBKM UM bekerja sama dengan Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Desa Jatirejoyoso melakukan renovasi saung untuk dijadikan Lapak Baca. Lapak baca ini dibangun menggunakan bambu sebagai bahan utama untuk menimbulkan kesan asri dan santai. 

Dalam merenovasi saung untuk dijadikan Lapak Baca, Tim MBKM melakukan pembongkaran sekitar 80% dari keseluruhan bagian saung. Selama proses kegiatan renovasi tersebut tim MBKM memperbaiki lantai, kaki saung dan dinding. 

Pada awalnya saung tersebut sudah tidak layak dipakai lagi karena bangunanya sudah lama sehingga saung tersebut kurang diminati masyarakat dan jarang dipakai. Dinding yang digunakan berupa dinding anyaman yang terbuat dari bambu. Selain itu, tim MBKM juga memasang beberapa lampu sebagai penerangan. 

Pembongkaran saung dilakukan untuk memperbaiki lokasi lapak baca agar lebih nyaman digunakan. Seperti pada gambar yang ditampakkan, proses renovasi memerlukan waktu kurang lebih 2 bulan lamanya. 

Saung yang bermula hanya dari kerangka bangunan yang berbahan kayu selanjutnya diberikan penutup atau dinding yang berasal dari anyaman bambu. Proses renovasi ini dilakukan oleh tim MBKM dan Tim Pokdarwis dengan dibantu oleh bapak-bapak dari masyarakat setempat.

Saat ini terdapat 200 buku yang ada di Lapak Baca yang merupakan hasil dari donasi buku yang dilakukan oleh Tim MBKM UM. Lapak Baca ini dibuka setiap hari Sabtu dan Minggu mulai pukul 08.00-16.00. Selain menyediakan buku bacaan, terdapat berbagai macam poster edukasi mulai dari pengetahuan umum, agama, hingga bahasa. 

Lapak baca yang dibangun juga memiliki fasilitas seperti meja dan karpet sebagai penunjang agar anak-anak merasa nyaman saat membaca buku. Selain itu, lapak baca ini dibangun dengan suasana yang menarik, penuh warna, ceria dan terdapat beberapa hiasan di dalamnya.

Translate »
Skip to toolbar