Preaload Image

Implementasi SDGs 9 Melalui Upaya Meningkatkan Branding Makanan Tradisional Kelurahan Dadaprejo

Keberlangsungan sebuah bisnis ditentukan dengan beberapa aspek, yakni bahan, sumber daya, tenaga kerja dan branding serta pemasaran dari suatu produk yang dihasilkan. Aspek keberlangsungan bisnis harus ditunjang dengan infrastruktur dasar yang mendukung seperti teknologi, komunikasi dan kemitraan untuk keberlanjutan bisnis. Pernyataan tersebut, sejalan dengan tujuan yang tercantum dalam rencana pembangunan global yang tertuang dalam SDGs. Adapun SDGs sendiri merupakan sebuah komitmen global dan nasional untuk meningkatan kesejahteraan masyarakat yang mencakup tujuh belas tujuan.

Sebagai bentuk peran aktif untuk mewujudkan tujuan SDGs, mahasiswa akuntansi Universitas Negeri Malang membantu meningkatkan branding makanan tradisional di suatu daerah. Hal tersebut sejalan dengan tujuan SDGs 9 yaitu Industri, Inovasi dan Infrastruktur. Dalam tujuan SDGs poin sembilan, dijelaskan bahwa industrialisasi berkelanjutan dan promosi inovasi pada bisnis dapat membantu mengembangkan daerah bisnis beroperasi. Inovasi tersebut dapat berupa peningkatan branding makanan tradisional suatu daerah. Peningkatan branding tersebut dapat dilaksanakan dengan pembuatan video produk dan melakukan kerja sama dengan pihak ketiga untuk memasarkan produk tersebut.

Mahasiswa Akuntansi Universitas Negeri Malang melakukan kerja sama makanan tradisional dengan café sekitar Program Merdeka Belajar Kampus Merdeka membangun desa periode 2021/2022 di Kelurahan Dadaprejo, Kecamatan Junrejo, Kota Batu.

Pembuatan kerja sama makanan tradisional dengan café sekitar ini merupakan salah satu program kerja utama dalam pelaksanaan KKN di Kelurahan Dadaprejo. Hal yang membuat Mahasiswa KKN melaksanakan program kerja ini karena terdapat kampung makanan tradisional di kelurahan dadaprejo. Salah satu makanan Tradisional yang menjadi ciri Khas Kelurahan Dadaprejo adalah Serabi Suro. Maka dari itu, mahasiswa Akuntansi Universitas Negeri Malang mencoba meningkatkan branding dari Serabi Suro tersebut dengan cara membantu membuatkan video produk dan memasarkan di beberapa café sekitar Kelurahan Dadaprejo.

Proses MOU dengan Kopi Pean

Untuk melancarkan kegiatan ini pertama-tama mahasiswa KKN berkordinasi dengan Ibu Mia selaku Kordinator dari makanan tradisional Dadaprejo. setelah itu mahasiswa mulai melakukan take video pada saat pembuatan Serabi Suro yang nantinya video tersebut akan di upload pada media sosial kelurahan wisata.

Tahap selanjutnya Bagas Tri Erianto dan Christian Alfredo selaku penanggung jawab dari program kerja ini mulai mendatangi dan mengajukan proposal kerja sama pada beberapa Café yang ada di Sekitar Kelurahan Dadaprejo, salah satu Café yang berkenan untuk melakukan kerja sama yaitu Kopi Pean. Namun ada kendala yang dalam hal ini yaitu makanan yang ingin dititipkan tidak tahan lama, maka dari itu Bagas Tri Erianto dan Christian Alfredo coba menitipkan beberapa Serabi Suro selama satu minggu dan akan dievaluasi mengenai keberlanjutan kerjasamanya.

Translate »
Skip to toolbar