Preaload Image

Magang di Big 4 Sampai Menjadi Associate Auditor, Herjuna Qobush Izzahdi Mahasiswa S1 Akuntansi Angkatan 2018

Herjuna Qobush Izzahdi, mahasiswa S1 Akuntansi angkatan 2018. Berawal dari mimpinya yang ingin bekerja di Big 4 KAP Indonesia dengan target-target yang dipunya kini membuahkan hasil dari mimpinya. Herjuna atau akrab dipanggil Juna di masa perkuliahan banyak mengikuti kegiatan pengembangan diri dari ajang bergengsi, organisasi, dan tentunya beasiswa. Tahun 2019 menjadi awal kesempatan untuk mengembangkan kemampuan berorganisasi dengan tergabung sebagai pengurus KSPM (Kelompok Studi Pasar Modal). “Aku disana banyak belajar gimana kerjasama dengan orang lain, mengatur waktu antar organisasi dan kuliah. Kegiatan KSPM seperti seminar nasional, kompetisi, kajian akbar banyak berkaitan sama pengembangan softskill.”

Pria asal Wonogiri Jawa Tengah ini 2 tahun berturut-turut dari 2020 menjadi awardee beasiswa Bank Indonesia (BI), selain mendapat bantuan biaya pendidikan juga tergabung dalam komunitas penerima beasiswa BI yaitu GenBi Malang. “Di GenBI ini aku dikasih kesempatan mengurus publikasi terkait GenBI Malang maupun Bank Indonesia kantor perwakilan Malang. Alhamdulillah juga bisa jadi frontliner Bank Indonesia yang menyampaikan visi misi dan prokernya BI ke masyarakat sekitar.” Herjuna sempat mengikuti program Kreativitas Mahasiswa (PKM) dengan project E-Learning video grafis untuk anak tuna rungu bersistem video pembelajaran untuk anak tuna rungu. “untuk PKM waktu itu sih online ya, secara virtual tapi belum juara.” tuturnya. Namun tidak lama ada kesempatan lain dari fakultas yaitu informasi lomba Indonesia Inventoris Day, “Lombanya itu di Denpasar Bali, masih inget banget November 2021. Dari situ alhamdulillah akhirnya menang dan dapet gold medal. Kami mempresentasikan dalam bahasa Inggris dengan project yang sama yang dipakai dalam pimnas.” Di Waktu tersebut kelompoknya mendapatkan kategori terbaik dan gold medal dalam kategori pendidikan.

Penuturan yang disampaikan berlanjut dengan cerita pengalaman bergengsi yang pernah diikuti yaitu awardee beasiswa XL Future Leaders, dimana XL memberikan program 2 tahun beasiswa pelatihan soft skill dan self development pada awardeenya. “XL ini ada 10 batch dan 1 batch itu 1 tahun dan aku masuknya ke batch 9 tahun 2020.” Masuk ke XL future leaders ini sangat membanggakan karena di tahun tersebut hanya 160 mahasiswa dari 33.000 pendaftar yang terpilih menjadi awardee. “aku bersyukur banget dan ngerasa beruntung karena jadi bagian dari 160 orang dan satu-satunya yang lolos dari Universitas Negeri Malang.” Pria kelahiran 1999 ini merasa pelatihan softskill yang sangat berdampak di hidupnya adalah dari XL Future Leaders. Disana banyak softskill yang dipelajari, banyak kegiatan yang mengembangkan diri dalam critical thinking, bahkan ilmu entrepreneurship, dan berkomunikasi efektif dalam bahasa inggris. “oh iya di lingkungan XL ini tuh full english, jadi emang terpaksa belajar bahasa inggris dan lama-lama terbiasa.”

Prestasi  yang sangat membanggakan dari Herjuna Qobush Izzahdi yaitu menjadi Associate Auditor di salah satu BIG 4 KAP yaitu EY (Ernst & Young). Story started saat Juna mempunyai mimpi kerja di Big 4. Dari awal semester 1 mempunyai target untuk bisa intern di big 4 saat menginjak tahun ke 3 perkuliahan. “Memang di kuliahan udah narget berkarir di big 4. Waktu itu salah satu dosen memberi insight knowledge tentang big 4 company dan dari situ tertarik.” Dari awal kuliah saat tau ada mata kuliah terkait audit Juna merasa tertarik dan tidak sabar untuk mengambil semua mata kuliah peminatan dan wajib yang berhubungan dengan audit, “ketika matkul itu ada, aku merasa audit ini bener-bener aku banget karena di audit banyak bekerja dengan klien dan bekerja dengan perusahaan yang akan diaudit. Jadi softskill maupun hardskill kepake banget.”

Perjalanan tersebut dimulai dengan Juna yang research mengenai lowongan pekerjaan di Big 4 Company melalui LinkedIn, “For information untuk lowongan kerja auditor di Big 4 kebanyakan dari LinkedIn, jarang dari jobstreet ataupun akun Instagram.” Dari sana terdapat informasi lowongan EY (Ernst & Young) yang mencari junior auditor non permanent dengan kontrak kerja selama 6 bulan. “Waktu itu aku daftar saat jadi mahasiswa akhir, di ketentuannya yang boleh daftar itu bachelor’s degree ataupun undergraduate students,” Dengan impian dan kesempatan itu, Herjuna bertekad daftar karena sangat ingin magang disana. Saat itu dokumen yang dibutuhkan seperti biasa mulai dari CV, Transkrip nilai, dan application atau motivation letter. Setelah mendaftar tidak lama ada panggilan untuk tes tulis terkait soal-soal audit, akuntansi, bahasa inggris, dan perpajakan dengan semua soal menggunakan bahasa inggris. “Untuk tes tulis aku belajar seadanya karena persiapan memang hanya 1 Minggu, tetapi aku merasa optimis karena yang aku pelajari banyak yang keluar.”

Kabar gembira berlanjut dengan lolosnya Herjuna dari tes tulis dan mendapat panggilan untuk tes wawancara. Saat wawancara menggunakan bahasa inggris dan pertanyaan yang dilontarkan kurang lebih seperti wawancara pada umumnya yang memperkenalkan diri dan menyebutkan kelebihan dan kekurangan. Setelah beberapa minggu akhirnya mendapat pengumuman offering letter untuk menduduki posisi junior auditor non permanent. “waktu itu daftar September 2021, masuk Desember 2021. Untuk kontraknya berjalan sampai Mei 2022 kemarin dan aku break 2 bulan cuti skripsian. Alhamdulillah Agustus dipanggil menjadi permanent employee EY (Ernst & Young).”

Dr. Satia Nur Maharani, S.E., M.SA., Ak, CSRS selaku ketua Departemen Akuntansi mengapresiasi perjalanan dan pencapaian yang dilakukan Herjuna Qobush Izzahdi. “Ini sangat membanggakan, bagaimana mahasiswa kita dari departemen akuntansi bisa berkarir di Big 4 Company adalah sebuah kebanggan bagi semuanya. Memang di dalam hidup kita harus memiliki target dan bagaimana kita mencapai target itu adalah dengan proses semasa perkuliahan.” Dengan masuknya Herjuna di EY (Ernst & Young) membuatnya merasa semua mahasiswa bisa jika memiliki kemampuan, “Semua kampus punya opportunity yg sama. Dari awal stigma Big 4 harus dari kampus big 3 itu salah, harus dari big 10 university itu ga bener. Semua kampus bisa masuk big 4 asal mempunyai skill dan kemampuan yg dibutuhkan.”

(Tim Asisten Kreatif Departemen Akuntasi, 2022)

Translate »
Skip to toolbar