Preaload Image

Mahasiswa Akuntansi Universitas Negeri Malang Membantu Penyelenggaraan Vaksinasi Covid-19 Demi Sukseskan SDGs

Dalam mewujudkan program percepatan vaksinasi Covid-19, mahasiswa Universitas Negeri Malang (UM) membantu menyelenggarakan vaksinasi massal di Desa Pakisjajar, Kecamatan Pakis, Kabupaten Malang. Vaksinasi dosis pertama ini dilakukan tiga gelombang.  Pertama jenis Sinovac pada 28 September 2021. Gelombang kedua juga jenis Sinovac pada 11 Oktober 2021 dan yang terakhir kemarin 16 Oktober 2021 dengan  AstraZeneca. Semuanya bertempat di Kantor Desa Pakisjajar.  Kegiatan ini dikoordinatori oleh Bapak Slamet Fauzan, S.Pd., M.Pd selaku Dosen Akuntansi UM. Dalam sosialisasi tersebut, mahasiswa KKN UM mengajarkan cara pengolahan kotoran dan urine sapi menjadi kompos yang nantinya akan bermanfaat bagi tanaman warga.  Kegiatan ini mendukung adanya Sustainable Development Goals (SDGs). TPB/SDGs bertujuan untuk menjaga peningkatan kesejahteraan ekonomi masyarakat secara berkesinambungan, menjaga keberlanjutan kehidupan sosial masyarakat, menjaga kualitas lingkungan hidup serta pembangunan yang inklusif dan terlaksananya tata kelola yang mampu menjaga peningkatan kualitas kehidupan dari satu generasi ke generasi berikutnya. Kegiatan ini mendukung SDGs 3 kehidupan sehat dan sejahtera, Hal ini karena vaksinasi mendukung kehidupan yang sehat dan sejahtera.

Dalam kegiatan ini Tim KKN mahasiswa Akuntansi UM  beranggotakan Okkie Amizar Pradana (Ketua), M Yuha D. Q.; M Ilham Z.; M Irsyadul A. A.; M Reza A.; M Iqbal.; Rafif Umar.; Nadindra Kanya P.; Mira Tania dan Milenia Rura P.. Bersama tim Puskesmas Pakisjajar, beserta Karang Taruna dan warga setempat, mereka melaksanakan  vaksinasi dengan protokol kesehatan (prokes) ketat.

Kepala Desa (Kades) Pakisjajar, Sudarmaji, Minggu, (17/10) menyampaikan, vaksinasi dilakukan secara konsisten sebagai upaya perwujudan percepatan herd immunity. Kegiatan ini dilakukan beberapa gelombang untuk mencegah timbulnya kerumunan massa. “Harapan kami pada bulan Oktober ini target vaksinasi semua warga tercapai.” tuturnya

Gelombang pertama dan kedua kuotanya masing-masing 1.500 dosis, sedang kuota gelombang tiga  sebanyak 500 dosis. Namun, antusias warga untuk vaksin sangat tinggi. Terbukti,  peserra yang ikut di gelombang pertama mencapai 1.700 warga.

Berdasarkan laporan tim medis, gelombang kedua tercatat warga yang menerima vaksin 864 orang. Sebanyak 56 warga tidak dapat divaksin dikarenakan tidak memenuhi syarat seperti tensi darah tinggi. Kemudian, gelombang ketiga tercatat yang menerima vaksin 210 dan 31 warga gagal ikut vaksin.

“Program ini dilaksanakan dengan tujuan dapat memudahkan warga Desa Pakisjajar dalam melakukan hal yang membutuhkan sertifikat vaksin. Sekaligus membantu membentuk antibodi untuk melindungi diri, keluarga dan orang sekitar,” tegas Sudarmaji.

Okkie Amizar Pradana, bersyukur kegiatan vaksinasi berjalan  lancar dari awal hingga akhir “Pelaksanaan dan antusiasme warga desa sangat tinggi terlihat kurang lebih 2.700 dosis telah diberikan, baik para pemuda hingga lanjut usia,” ujarnya.(M Abd Rahman Rozzi-Eka Nurcahyo)

Translate »
Skip to toolbar