Makna Interaksi Kepenasihatan Akademik (Studi Fenomenologi di Jurusan Akuntansi FE UM)

Khotimah, Khusnul. 2016. Makna Interaksi Kepenasihatan Akademik (Studi Fenomenologi di Jurusan Akuntansi FE UM). Skripsi, Jurusan Akuntansi, Fakultas Ekonomi, Universitas Negeri Malang. Pembimbing (1) Diana Tien Irafahmi, S.Pd., M.Ed., (2) Sulastri, S.Pd., M.SA.

Kata Kunci: kepenasihatan akademik, makna, interaksi, studi fenomenologi

Kepenasihatan akademik ialah program yang diselenggarakan dalam rangka membantu kelancaran proses studi mahasiswa di perguruan tinggi. Program ini melibatkan peran dosen PA sebagai unsur utamanya. Melalui program ini, diharapkan mahasiswa akan dapat mencapai perkembangan diri dan hasil studi secara optimal. Universitas Negeri Malang (UM) merupakan salah satu perguruan tinggi yang menyelenggarakan program kepenasihatan akademik. Pelaksanaan program tersebut di perguruan tinggi ini menarik untuk dikaji, terutama yang terjadi di Jurusan Akuntansi.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui makna interaksi kepenasihatan akademik berdasarkan pengalaman subjektif informan. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan jenis studi fenomenologi. Subjek penelitian dalam penelitian ini terdiri dari mahasiswa dan dosen PA di Jurusan Akuntansi FE UM. Melalui teknik purposive, diperoleh 7 orang informan, meliputi 3 orang dosen PA dan 4 orang mahasiswa. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Peneliti menggunakan analisis data dari Moustakas yang terdiri dari tahap awal, tahap horizonalization, tahap cluster of meaning, tahap deskripsi esensi, dan tahap pelaporan.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) nilai-nilai humanis itu penting dalam interaksi kepenasihatan akademik, 2) interaksi kepenasihatan akademik dipandang oleh informan sebagai interaksi yang membutuhkan sikap terbuka, baik dari dosen PA maupun dari mahasiswa, dan 3) teknologi semestinya tidak menggantikan peran manusia dalam interaksi kepenasihatan akademik.
Saran yang diberikan berdasarkan hasil penelitian ini ialah: 1) bagi mahasiswa, hendaknya lebih terbuka dalam menceritakan berbagai hal, 2) bagi dosen PA, hendaknya lebih menunjukkan sikap terbuka, secara personal menanyakan kondisi mahasiswa bimbingannya, serta mengadakan interaksi tatap muka dalam kepenasihatan akademik, 3) bagi lembaga, hendaknya dapat menjalin integrasi yang baik mulai dari tingkat universitas, fakultas, hingga jurusan dalam rangka menciptakan sistem kepenasihatan akademik yang meski berbasis teknologi namun tetap mendorong terjadinya interaksi secara tatap muka, dan 4) bagi peneliti selanjutnya, hendaknya juga melibatkan pihak pembuat kebijakan terkait interaksi kepenasihatan akademik sebagai salah satu informan, sehingga diharapkan hasil penelitian akan lebih lengkap dan bersifat menyeluruh.

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *