Preaload Image

Membersamai Perkembangan Cashless Society yang Produktif dengan Tri Riasari dari BI, Departemen Akuntansi FEB UM dalam Mendorong Terciptanya Skill Manajemen Keuangan pada Mahasiswa

Malang, 7 Juli 2022 – Departemen Jurusan Akuntansi Universitas Negeri Malang kembali menggelar NSAFE (National Seminar of Accounting, Financial and Economics) 5 pada Kamis, 07 Juli 2022 secara online. NSAFE merupakan kegiatan yang hadir sebagai media untuk menambah wawasan akuntansi, ekonomi dan bisnis serta menjadi wadah bertukar pikiran melalui paper yang kemudian dipublikasi pada prosiding nasional terindeks dan ber-ISSN. NSAFE 5 kali ini mengusung tema “Cashless Society: Teknologi Keuangan Menuju Financial Freedom atau Pemborosan Secara Intelektual”. Program ini merupakan upaya Departemen Akuntansi FEB UM dalam mewujudkan SDGs atau Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (TPB) Tujuan 8 dalam  “Meningkatkan Pertumbuhan Ekonomi yang Inklusif dan Berkelanjutan, Kesempatan Kerja yang Produktif dan Menyeluruh, serta Pekerjaan yang Layak untuk Semua” Pada kesempatan ini mengndang Tri Riasari dari Bank Indonesia.

Cashless society merupakan gambaran masyarakat dimana mereka cenderung menggeser penggunaan uang fisik dalam bertransaksi sehari-hari menjadi uang elektronik. Fenomena cashless sudah mulai berkembang beberapa tahun belakangan. Namun, tren cashless ini semakin berkembang pesat selama pandemi Covid-19. Adanya kebijakan pemerintah untuk membatasi interaksi kontak fisik mengharuskan banyak platform untuk menyediakan fasilitas penunjang penggunaan e-wallet. Sehingga semakin marak perusahaan yang mengkampanyekan aplikasi mereka yang menyediakan e-wallet. Tren cashless dalam melakukan transaksi pembayaran juga berpengaruh pada pengembangan soft skill mahasiswa yaitu kemampuan manajemen keuangan.

Penggunaan e-wallet pada kehidupan sehari-hari semakin mempermudah individu dalam manajemen keuangannya. Keputusan penggunaan pendapatan serta pengelolaan pengeluaran dipengaruhi dengan literasi keuangan yang selaras dengan perilaku keuangan setiap individunya. Perilaku keuangan yang baik ditunjukkan dari perencanaan, pengalokasian, dan penyimpanan uang yang telah teratur. Dengan adanya indikator tersebut mahasiswa mulai menyadari pentingnya manajemen keuangan. Mahasiswa memiliki akses yang lebih mudah dalam layanan finansial meliputi investasi, kredit, tabungan maupun asuransi. Maka mereka memiliki kendali secara penuh terhadap pengelolaan keuangan pribadi. Peningkatan kesadaran tersebut berkembang pesat seiring dengan perkembangan teknologi yang ada saat ini.

Manfaat dari adanya cashless society yaitu kemudahan bagi penggunanya untuk mengendalikan pengeluaran sehari-hari dan memotong pengeluaran yang tidak penting kedepannya. Mahasiswa juga dapat lebih mudah untuk melakukan investasi pada aplikasi sekuritas karena hampir semua aplikasi sekuritas melayani top up menggunakan e-wallet. Mahasiswa juga tidak perlu datang ke bank untuk melakukan transaksi karena sudah dapat dilakukan dimanapun. Dalam kehidupan sehari-hari, mahasiswa juga merasa lebih aman dari risiko pencurian dikarenakan mereka tidak perlu membawa uang fisik setiap harinya. Selain itu, cashless society juga memiliki pengaruh terhadap tingkah laku mahasiswa dalam membeli suatu barang. Dengan adanya e-wallet, mahasiswa cenderung terdorong untuk menggunakan uangnya untuk pembelian yang tidak terencana.

Translate »
Skip to toolbar