Preaload Image

Mendorong Skill Pemahaman Ekosistem Keuangan Syariah Departemen Akuntansi FEB UM Bekegiatan Bersama dengan Putri Madarina dari Bendahara Umum AFSI

Malang, 16 September 2022 – Program National Seminar on Accounting, Finance and Economic (NSAFE 2022) yang diselenggarakan Departemen Akuntansi, Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Negeri Malang meningkatkan kesadaran mahasiswanya dengan melakukan kerjasama dengan beberapa pengisi materi yang profesional yang menjelaskan beberapa informasi penting mengenai pendanaan untuk pembiayaan UMKM yang efektif dalam meningkatkan soft skills bagi pelaku UMKM. Indonesia saat ini membutuhkan lebih banyak inovator digital yang bisa membantu UMKM untuk berkembang karena UMKM sebagai agen kebangkitan ekonomi membutuhkan dukungan pemasaran dan pembiayaan baik bersifat lokal maupun internasional bagi produknya yang berkualitas. Fintech Syariah Indonesia sebagai wadah untuk pengembangan ekonomi syariah melalui inovasi finansial teknologi bagi pelaku UMKM. Sebelum terjun di dunia bisnis, pelaku UMKM perlu mendapat pengetahuan tentang soft skills yaitu kemampuan/ bakat yang harus dilatih dan dikembangkan untuk membentuk mental dan etos kerja wirausahawan. Program ini merupakan upaya Departemen Akuntansi FEB UM dalam mewujudkan SDGs atau Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (TPB) Tujuan 8 dalam  “Meningkatkan Pertumbuhan Ekonomi yang Inklusif dan Berkelanjutan, Kesempatan Kerja yang Produktif dan Menyeluruh, serta Pekerjaan yang Layak untuk Semua” . Pada kegiatan ini diundangnya ibu Putri Madarina dari Asosiasi  Fintech Syariah Indonesia, dan beliau berposisi sebagai bendahara umum.

Wirausaha memerlukan pengetahuan dan keterampilan yang baik, terutama pada usaha yang masih berkembang dan masih tergolong UMKM. Pelaku UMKM membutuhkan pendanaan dalam pengembangan soft skills, seperti kemampuan dalam pengambilan keputusan, kepemimpinan, public speaking, kolaborasi, relasi, serta manajemen waktu. Dengan pelatihan soft skills, wirausahawan akan memiliki kompetensi untuk melayani konsumen dengan baik ketika merintis usaha. Dalam hal ini diperlukan peran Financial Technology syariah yang merupakan penyelenggara jasa keuangan dengan mempertemukan pemberi dana dan penerima dana untuk melakukan pendanaan dalam prinsip syariah melalui sistem elektronik dengan bantuan jaringan internet.

Berkembangnya perusahaan fintech, khususnya fintech syariah, diharapkan mampu memberikan dorongan bagi peningkatan inklusivitas keuangan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) di Indonesia. Selain itu, fintech yang tumbuh di berbagai sektor usaha di Indonesia mempermudah pelaku UMKM dalam menjalankan usahanya, baik dari sisi akses pembiayaan, perluasan akses pasar, sistem pendanaan, dan kemudahan entitas dalam menyusun laporan keuangan. Banyaknya kemudahan yang diberikan oleh industri fintech disebabkan faktor fleksibilitas, keamanan dalam meminjam modal, efisiensi, dan peluang yang lebih tinggi dibandingkan dengan layanan konvensional. Dengan adanya kemudahan operasional tersebut, pelaku UMKM dapat lebih fokus dalam menjalankan usahanya sehingga pada akhirnya akan meningkatkan daya saing UMKM dalam perekonomian lokal hingga internasional. Di tengah perkembangan teknologi yang pesat fintech peer to peer lending atau pinjaman online mampu mengatasi keterbatasan yang dihadapi wirausahawan yang sebelumnya menjadi faktor penghambat dalam pendanaan. Berbekal pengetahuan akan teknologi pinjaman seperti fintech, selain mempermudah usaha juga meningkatkan soft skills dalam kemampuan akan teknologi dan pengambilan keputusan yang tepat untuk pendanaan suatu usaha.

Pelatihan digital entrepreneurship akan memberikan pengetahuan kewirausahaan yang menjadi modal kuat para pelaku UMKM dalam mengembangkan UMKM secara signifikan. Diharapkan generasi muda semakin tertantang untuk menciptakan inovasi, terlebih menyikapi industri 4.0 yang harus selalu didorong untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi nasional kedepannya. Ditambah lagi dengan pesatnya teknologi seperti saat ini, kemudahan menyampaikan ide, gagasan dan solusi terhadap sebuah masalah secara virtual, tanpa perlu bertatap muka secara langsung. Kemudahan teknologi dan kemampuan public speaking yang mumpuni, apa yang akan disampaikan harus dipahami dengan tepat. Kecerdasan teknologi menjadi hal penting dimiliki mengingat bahwa seiring bertambahnya waktu lingkungan kerja akan semakin kolaboratif. Teknologi digital pendanaan suatu usaha seperti fintech bagi pelaku UMKM menjadi jalan tengah untuk mendirikan usahanya, dengan berbagai macam kelebihan dalam pembiayaan serta fleksibilitas dan efektifitas yang didapatkan merupakan kesempatan yang harus dikembangkan oleh pelaku UMKM.

Translate »
Skip to toolbar