Preaload Image

Ketua Ikatan Guru Vokasi Indonesia, Umi Tira Lestari, S.E., M.Ak. Menekankan Peningkatan Kemampuan Critical Thinking, Creative, Collaboration, dan Communication Generasi Muda untuk Menghadapi Tantangan Transformasi Digital Dunia Pendidikan dan Dunia Usaha

Departemen akuntansi FEB UM menyelenggarakan acara webinar nasional yaitu 3rd National Seminar Accounting, Finance and Economics (NSAFE) 2022 yang mengusung tema “Optimalisasi Teknologi Digital Pendidikan Akuntansi Dalam Menyongsong Kemajuan Akuntan Indonesia”. Webinar ini membahas mengenai perubahan era digital saat ini dengan pengoptimalan dan inovasi teknologi yang digunakan dalam kegiatan sehari-hari khususnya kegiatan pembelajaran. Hal tersebut tentunya relevan dengan model pembelajaran abad 21 ini,  dimana kita sebagai pendidik maupun mahasiswa diupayakan untuk melakukan inovasi atau pembaharuan dengan bantuan teknologi dalam kegiatan pembelajarannya. Kegiatan ini juga mendukung adanya Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (TPB)/ Sustainable Development Goals (SDGs) 4 yaitu menjamin kualitas pendidikan yang inklusif dan merata serta meningkatkan kesempatan belajar sepanjang hayat untuk semua pada tahun 2030.

Pada era revolusi industri 4.0 ini kita dituntut untuk mengembangkan soft skill 4C yaitu, Critical Thinking, Creative, Collaboration, dan Communication. Setidaknya, empat softskill tersebut harus kita kembangkan seiring dengan perkembangan teknologi guna menghindari dampak negatif yang ditimbulkan oleh teknologi. Hal tersebut telah diungkapkan oleh pemateri NSAFE yang pertama Umi Tira Lestari, S.E., M.Ak, “Transformasi digital dalam dunia pendidikan dalam melalui penggunaan ICT (Information Communications Technology) yang dapat meningkatkan kemampuan berpikir tinggi bagi mahasiswa,”. Mengapa hal tersebut terjadi? karena dalam perkembangan digital sebagai media belajar di abad 21 ini kita sebagai generasi milenial harus bersikap bijak yaitu mampu menganalisis atau memilah apakah teknologi yang berkembang saat ini memberikan dampak positif atau negatif dalam kehidupan sehari-hari. Dampak tersebut berkaitan dengan perubahan pola pikir, tindakan, dan sikap manusia dalam menerima informasi yang didapatkan melalui teknologi.

Transformasi digital yang sangat signifikan terjadi pada pandemi karena khususnya dalam kegiatan pembelajaran yang mengharuskan kita bersikap adaptif untuk melakukan segala sesuatu melalui online. Adaptif dapat dilakukan dengan critical thinking, inovatif dan problem solving yang baik. Critical thinking atau kemampuan berpikir secara kritis dan memberikan feedback yang disertai dengan alasan yang logis atau juga dapat diartikan sebagai suatu aktivitas mengidentifikasi masalah dengan basis pengalaman yang sudah terjadi kemudian mencari hubungan antara masalah tersebut dan memecahkannya pada situasi yang sekarang.

“Penggunaan ICT dalam pembelajaran tidak hanya pembuatan konten digital yang dibuat oleh pendidik saja, melainkan dapat berkolaborasi (collaboration) dengan mahasiswa untuk melatih kreativitas dan komunikasi mereka,” ungkap Umi Tira Lestari, S.E., M.Ak. Pada proses pembelajaran tersebut, para pengajar dapat berkolaborasi dengan mahasiswa dalam menyajikan konten menarik menggunakan video animasi, membuat game yang menarik, cara komunikasi yang unik dan lain sebagainya sehingga kegiatan pembelajaran dapat berjalan menyenangkan. Maka, kreatifitas yang dimiliki pendidik juga akan meningkat.

Hasil kolaborasi (collaboration) antara pendidik dengan mahasiswa dapat menciptakan inovasi baru dalam kegiatan pembelajaran. Misalnya pada pembelajaran online permasalahan yang muncul adalah pada saat kegiatan belajar mengajar terutama pada saat guru atau dosen menerangkan menggunakan powerpoint berjalan kurang efektif karena komunikasi yang terjalin hanya satu arah sehingga menyebabkan siswa atau mahasiswa menjadi bosan dan ilmu yang diterangkan tidak tersampaikan dengan baik, maka akan tuntutan berupa inovasi yang dapat digunakan untuk mengatasi masalah tersebut, misalnya dengan permasalahn tersebut muncul inovasi berupa aplikasi yang bernama Classpoint, dalam aplikasi ini akan terjalin komunikasi (Communication) dua arah yang baik dengan keunggulan fitur-fitur yang diberikan, seperti audience dapat menulis di powerpoint yang ada, terdapat pertanyaan yang harus dijawab dengan opsi, menulis, mengirim gambar dan lain sebagainya. Oleh karena itu dengan bersikap adaptif terhadap era digital dapat meningkatan kemampuan berinovasi.

Perpaduan antara berpikir kritis dan juga inovatif juga akan menghasilkan irisan sebuah soft skills yang penting yaitu problem solving atau kemampuan dalam memecahkan masalah, jika kita berpikir kritis terhadap suatu permasalahan maka kita akan melakukan analisis terhadap masalah tersebut, sehingga kita dapat menemukan atau menghasilkan keputusan yang tepat dalam mengatasi masalah itu. Selanjutnya, jika kita berinovasi pastinya akan ada masalah yang dapat terselesaikan sehingga pada intinya semakin sering kita menghadapi atau menjumpai sebuah permasalahan maka kemampuan problem solving kita akan meningkat.

Menurut World Economic Forum, revolusi industri 4.0 yaitu era dimana menggabungkan informasi serta teknologi komunikasi dalam bidang industri. Revolusi industri 4.0 ini juga berhubungan erat dengan era digital, revolusi industri 4.0 menyebabkan berkurangnya tenaga kerja manusia yang dibutuhkan karena tergantikan dengan penggunaan mesin teknologi. Ada beberapa hal yang tidak bisa digantikan oleh mesin teknologi yaitu kemampuan soft skills yang dimiliki oleh SDM. World Economic Forum menyebutkan bahwa ada sepuluh soft skills yang sangat dibutuhkan oleh revolusi industri 4.0 yaitu diantaranya merupakan lima yang sudah dibahas di atas yaitu critical thinking, kreatif, inovatif, communication dan problem solving. Oleh karena itu semua profesi di bidang apapun pada saat ini akan membutuhkan soft skills tersebut. Maka, pembentukan karakter individu yang memiliki soft skills tersebut harus ditumbuh dan kembangkan sedini mungkin, yang bisa dilakukan melalui proses pembelajaran yang memanfaatkan perkembangan digital.

Translate »
Skip to toolbar