Preaload Image

Menerima Pendanaan PPK Ormawa 2022, Bank Letong sebagai Inovasi Tim HMD Akuntansi

Tim Himpunan Mahasiswa Departemen (HMD) Akuntansi yang diketuai oleh Farah Faadilah, seorang mahasiswi Pendidikan Akuntansi 2020 yang berhasil lolos dan menerima pendanaan Program Peningkatan Kapasitas Organisasi Kemahasiswaan (PPK Ormawa) 2022.

Mengikuti seleksi PPK Ormawa bukan suatu hal baru dikarenakan hal tersebut telah menjadi agenda rutin salah satu divisi HMD Akuntansi. “Motivasinya karena HMD Akuntansi memasukkan PPK Ormawa sebagai agenda yang dinaungi oleh Divisi Penelitian dan Pengembangan atau Litbang,” ungkap Farah.

Farah sebagai ketua Divisi Litbang juga berperan sebagai ketua tim dengan didampingi oleh Pak Slamet Fauzan sebagai dosen pembimbing, bersama keempat belas teman lainnya di HMD Akuntansi tersebut mengusung judul “Bale (Bank Letong): Rumah Inovasi Pengolahan Limbah Kotoran Sapi sebagai Perwujudan Green Economy di Desa Samar, Pagerwojo, Tulungagung”.

Memilih Desa Samar sebagai mitra bukan tanpa alasan melainkan karena Desa Samar, Kecamatan Pagerwojo, Tulungagung ini merupakan desa binaan Universitas Negeri Malang. Selain itu, Pak Slamet Fauzan sebagai dosen pembimbing juga memiliki hubungan yang cukup dekat dengan Kepala Desa Samar.

Penentuan topik dan judul tidak serta-merta terlintas begitu saja, melainkan dengan melakukan survey langsung ke lokasi desa sasaran yaitu Desa Samar. Berbincang bersama kepala desa, Dinas Lingkungan Hidup, ketua tani serta para petani membuat Tim HMD Akuntansi dapat mencari dan menganalisis potensi serta permasalahan yang ada.

Bermata pencaharian sebagai peternak sapi dengan segala permasalahan yang ada khususnya pengolahan limbah sapi yang tidak efektif menjadi inti permasalahan yang akan diangkat oleh Tim HMD Akuntansi. Sehingga, terbesit satu nama yaitu Bank Letong yang diambil dari kata ‘letong’ dari bahasa Jawa yang artinya kotoran sapi.

Cara kerja Bank Letong atau Bale sendiri cukup sederhana karena memudahkan para peternak sapi dengan menyerahkan letong atau kotoran sapi ke Bale untuk ditimbang dan dicatat yang suatu saat nanti dapat dikonversi menjadi uang.

Dalam hal ini, Tim HMD Akuntansi berperan dalam pengolahan kotoran sapi menjadi pupuk organik padat maupun pupuk organik cair. Nantinya, pupuk tersebut akan dijual dengan sasaran utama para petani di Desa Samar sendiri. Hasil penjualan pupuk tersebut digunakan untuk konversi letong yang disetorkan dan selebihnya masuk ke BUMDES.

Fenrico selaku Ketua HMD Akuntansi sangat bersyukur dan berharap kegiatan PPK Ormawa ini dapat memberikan manfaat bagi masyarakat Desa Samar khususnya. “Harapan dengan kegiatan PPK Ormawa yang dilaksanakan oleh HMD Akuntansi, seluruh pihak terutama masyarakat Tulungagung tepatnya di Desa Samar akan merasakan manfaat dari ide dan rencana yang kami ajukan. Penerapannya tidak terhenti sampai di sini saja, tetapi dapat terus dilanjutkan, atau bahkan dikembangkan. Sehingga, limbah atau kotoran sapi dapat digunakan dengan efektif dan efisien untuk pengembangan wilayah sekitar sebagai perwujudan Green Economy,” pungkas Fenrico.

Translate »
Skip to toolbar