Pemahaman Prinsip Transparansi, Akuntabilitas dan Pengendalian Internal dalam Pengelolaan Keuangan di Aisyiyah Cabang Kesamben, Blitar

Wardiana, Nathasya Aditya. 2016. Pemahaman Prinsip Transparansi, Akuntabilitas dan Pengendalian Internal dalam Pengelolaan Keuangan di Aisyiyah Cabang Kesamben, Blitar. Skripsi, Jurusan Akuntansi, Fakultas Ekonomi, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Dodik Juliardi, S.E., Ak., M.M, (II) Sawitri Dwi Prastiti, S.E., M. Si., Ak.

Kata Kunci: transparansi, akuntabilitas, pengendalian internal.

Aisyiyah cabang Kesamben, Blitar adalah sebuah organisasi yang memiliki perkembangan sangat pesat, perkembangan tersebut ditandai dengan didirikannya Sekolah TK yang menjadi salah satu amal usahanya. Namun seiring dengan perkembangannya, muncul beberapa masalah mengenai pemahaman bendahara mengenai prinsip transparansi, akuntabilitas dan pengendalian internal dalam pengelolaan keuangan di Aisyiyah.
Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian kualitatif fenomenologi yang bertujuan untuk memberikan deskripsi atas fenomena yang tampak di lapangan dan dapat diinterpretasi makna serta isinya lebih dalam. Data dalam penelitian ini berupa data primer yang diperoleh melalui wawancara dengan narasumber sedangkan data sekunder adalah data lain yang relevan dengan penelitian ini. Pengumpulan data menggunakan wawancara dan observasi. Untuk menjaga keabsahan data, dilakukan kegiatan triangulasi data. Kegiatan analisis data dimulai dari tahap reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan.
Hasil dari penelitian ini tercermin dengan adanya bukti transparansi dalam pengelolaan keuangan organisasi adalah dengan adanya catatan keuangan sebagai bentuk dari suatu informasi dan seluruh bendahara menjamin kemudahan untuk mengakses hal tersebut dengan cara melaporkannya kepada pihak-pihak yang memiliki kepentingan. Namun para bendahara belum sepenuhnya memahami makna pencatatan dalam akuntansi yang sebenarnya. Selain itu, bentuk akuntabilitas para bendahara diwujudkan dengan mengelola keuangan organisasi dan sekolah secara jujur dan penuh tanggungjawab. Walaupun demikian, pengendalian internal belum sepenuhnya dijalankan, hal tersebut ditunjukkan dengan adanya perangkapan fungsi dalam organisasi dan sekolah serta tidak ada otorisasi di dalamnya. Penelitian ini lebih banyak menggunakan satu teknik dalam pengumpulan datanya, sehingga triangulasi data kurang nampak. Selain itu sekolah juga merupakan warisan keluarga. Berdasarkan keterbatasan tersebut diharapkan penelitian selanjutnya memilih organisasi yang sudah memiliki standar formal dalam pencatatan keuangannya agar lebih dapat menganalisis mengenai prinsip-prinsip Good Governance lainnya serta menggunakan teknik pengumpulan data yang lebih banyak.

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *