Preaload Image

Pembuatan Dorayaki dan Whiped Cream Strawberry sebagai Produk Inovasi Baru Olahan Buah strawberry dalam Mewujudkan Indikator SDGs Ke-2 tentang Zero Hunger

Tim Pengabdian Akuntansi FEB UM bekerjasama dengan Mahasiswa MBKM Membangun Desa UM yang berlokasi di Desa Pandanrejo, Bumiaji, Kota Batu mengadakan program kerja terkait pembuatan produk inovasi baru dari buah strawberry. Perlu diketahui bahwa desa Pandanrejo cukup dikenal sebagai desa yang memiliki potensi besar sebagai penghasil strawberry. Desa ini memiliki sebuah lumbung strawberry dimana tempat ini dijadikan sebagai salah satu objek wisata yang menyediakan wisata petik strawberry, adanya caf, serta menjual beberapa produk olahan strawberry lainnya. Kegiatan ini dilakukan untuk melatih inovasi Gapoktan Strawberry untuk mendukung SDGs indikator ke 2 dan 4 yaitu Langkah mengurangi kelangkaan pangan dan meningkatkan kualitas edukasi dari Gapoktan Strawberry.

Olahan-olahan produk strawberry ini khusus dibuat oleh perkumpulan ibu-ibu dari desa Pandanrejo yang dikenal dengan Kumpulan Wanita Tani (KWT) Melati Putri. KWT ini dalam setiap harinya melakukan penanaman strawberry yang hasil tanamnya sebagian dijual dalam bentuk fresh maupun olahan strawberry. Produk-produk olahan strawberry yang menjadi ikon dari desa ini adalah minuman sari buah strawberry dan selai strawberry yang bahkan telah berdistribusi hingga ke luar kota. 

Mengingat bahwa desa ini cukup berpotensi dalam menghasilkan strawberry, maka mahasiswa dari Universitas Negeri Malang yang melakukan program MBKM Membangun desa di Desa Pandanrejo ini berinisiatif untuk membuat inovasi baru terkait produk olahan strawberry yakni berupa pembuatan Dorayaki dan Whiped Cream Strawberry. Dalam pelaksanaannya, bertempat di salah satu rumah dari anggota Kumpulan Wanita Tani (KWT) Melati Putri karena pada hari itu bersamaan dengan perkumpulan rutin yang dilakukan setiap minggunya. Kegiatan ini dilakukan dengan praktik pembuatan kue dorayaki yang kemudian dilanjut dengan pembuatan Whiped Cream Strawberry kepada ibu-ibu anggota Kumpulan Wanita Tani (KWT) Melati Putri oleh beberapa mahasiswa yang diberi tugas dalam pembuatan produk ini. 

Dalam kegiatan ini semua yang hadir tetap mematuhi protocol Kesehatan yang berlaku. Ibu-ibu yang mengikuti kegiatan ini terlibat cukup aktif dan memerhatikan setiap Langkah yang dilakukan oleh mahasiswa yang bertugas. Pada akhir pelaksaannya, mahasiswa juga menjelaskan terkait dana yang dibutuhkan dan laba yang diperoleh dari pembuatan produk ini

Translate »
Skip to toolbar