Preaload Image

PENATA : Aplikasi Pengelola Keuangan Wisata sebagai Upaya Mewujudkan SDGs 8

Foto Bersama Bendahara Kelurahan Wisata

Pemimpin dunia, termasuk Indonesia, telah bersepakat untuk mengakhiri kemiskinan, mengurangi kesenjangan dan melindungi lingkungan melalui rencana aksi global yang disebut Sustainable Development Goals (SDGs). Ada 17 tujuan dan 169 target dalam SDGs yang diharapkan dapat dicapai pada tahun 2030. Sederhananya, tujuan SDGs meliputi 3 dimensi yaitu Ekonomi, Lingkungan, dan Sosial. Untuk mencapai tujuan tersebut, diperlukan kontribusi dari berbagai pihak, salah satunya adalah mahasiswa. Mahasiswa sebagai aset bangsa Indonesia memiliki peran penting dalam membantu tercapainya SDGs.

Mahasiswa Akuntansi tim MBKM Universitas Negeri Malang membantu mewujudkan target SDGs nomor 8 yaitu Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi di Desa Dadaprejo.

Pengelolaan keuangan wisata di desa Dadaprejo masih belum memanfaatkan teknologi dengan baik. Padahal, pengelolaan keuangan menjadi aspek terpenting dalam menjaga keberlanjutan pariwisata. Sehingga, untuk mencapai produktivitas ekonomi yang lebih tinggi, diperlukan peningkatan dan inovasi teknologi dalam pengelolaan keuangan wisata. Pengelola keuangan wisata memiliki tujuan sebagai wujud inovasi digital dalam pengelolaan keuangan. Pengelolaan keuangan wisata ini juga berguna untuk memudahkan pengelola wisata dalam menyusun laporan keuangan dan menghindari adanya human error, sehingga pengelolaan keuangan wisata Dadaprejo menjadi lebih efektif dan efisien.

Mahasiswa Akuntansi tim MBKM Universitas Negeri Malang meluncurkan aplikasi keuangan berbasis desktop sebagai wujud inovasi digital dalam pengelolaan keuangan wisata. Presiden Joko Widodo saat ini sedang menggalakkan pariwisata sebagai sektor unggulan untuk mendatangkan devisa negara. Hal ini terlihat dari perhatian serius pemerintah dengan keluarnya Perpres Nomor 3 Tahun 2016 tentang Percepatan Pelaksanaan Proyek Strategis Nasional.

Rencana pemerintah ini tentu tidak akan berhasil jika tidak diiringi dengan pengelolaan

pariwisata yang baik, terutama pada aspek keuangannya. Pengelolaan keuangan salah satu aspek terpenting dalam pengelolaan pariwisata. Hal ini dikarenakan, keuangan seringkali menjadi dasar bagi pengelola wisata/Pokdarwis dalam mengambil setiap keputusan dan kebijakan.

Saat ini dunia tengah memasuki era digitalisasi, dimana segala bentuk kegiatan perlahan mulai memanfaatkan jaringan komunikasi yang lebih fleksibel. Namun, tidak semua pengelola wisata/pokdarwis mampu memanfaatkan era digitalisasi untuk mengelola wisata, termasuk di Kelurahan Dadaprejo. Pengelola wisata/pokdarwis Kelurahan Dadaprejo atau yang lebih dikenal dengan Kelurahan Wisata Eduaksi (WED) masih belum memanfaatkan perkembangan teknologi di era digitalisasi dalam pengelolaan keuangannya. Hal ini terlihat dari pengelolaan keuangan yang masih dilakukan secara manual dengan mencatat transaksi-transaksi di 2 buku pembukuan yakni buku kas dan buku catatan pelatihan.

Pencatatan pembukuan yang masih dilakukan secara manual kurang efektif dan efisien karena dapat memperbesar peluang terjadinya kesalahan dalam perhitungan. Pencatatan pembukuan secara manual juga membuat bendahara Kelurahan Wisata cukup kesulitan membuat laporan keuangan, padahal laporan keuangan merupakan aspek yang paling penting sebagai dasar pertimbangan dalam pengambilan keputusan. Untuk menjawab berbagai keterbatasan tersebut, Tim KKN MBKM Universitas Negeri Malang tahun 2021 menciptakan suatu aplikasi berbasis desktop bernama PENATA (Pengelola Keuangan Wisata).

Aplikasi PENATA ini dikembangkan oleh Ayu Bahraeni Pramesti dan Awallia Misrina yang dibantu oleh Jasa Sudut Media selaku pihak developer. Melalui aplikasi ini, kami berharap bendahara kelurahan wisata dapat lebih mudah dalam menyusun laporan keuangan dan meminimalisir kesalahan perhitungan yang disebabkan oleh kelalaian manusia (human error).

Dengan demikian, pengelolaan keuangan kelurahan wisata Dadaprejo dapat lebih efektif dan efisien dari sebelumnya.

Translate »
Skip to toolbar