Penerapan Model Pembelajaran Inkuiri untuk Meningkatkan Aktivitas dan Hasil Belajar Siswa (Studi Kasus di SMA Negeri 1 Batu dalam Kerangka Lesson Study)

Cahyani, Afri. 2016. Penerapan Model Pembelajaran Inkuiri untuk Meningkatkan Aktivitas dan Hasil Belajar Siswa (Studi Kasus di SMA Negeri 1 Batu dalam Kerangka Lesson Study). Skripsi, Program Studi Pendidikan Akuntansi, Jurusan Akuntansi, Fakultas Ekonomi, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Dr. H. Tuhardjo, S.E., M.Si., Ak., (II) Dr. Supartti, M.P.
Kata kunci: Model Pembelajaran Inkuiri, Lesson Study, Aktivitas Belajar, Hasil Belajar
Pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya. Dalam proses pembelajaran terjadi interaksi antara peserta didik dengan pendidik dan sumber belajar pada lingkungan belajar. Namun terdapat beberapa permasalah yang ditemukan, yaitu: (1) kurang memperhatikan penyampaian materi (2) kurang aktif dalam kegiatan pembelajaran; (3) kemampuan berdiskusi masih rendah ; dan (4) sulit menguasai konsep pembelajaran. Dengan menggunakan model pembelajaran inkuiri siswa diminta untuk mencari dan menyelidiki sesuatu secara sistematis, kritis, logis dan analitis sehingga dapat merumuskan sendiri penemuannya sehingga dapat meningkatkan aktivitas belajar siswa. Sedangkan untuk meningkatkan kualitas pembelajaran, peneliti melakukan pembelajaran dengan menggunakan kerangka Lesson Study.
Jenis penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan desain penelitian yang menggabungkan tahapan-tahapan dalam PTK dan Lesson Study. Pendekatan penelitian yaitu deskriptif kualitatif dan dilakukan dalam dua siklus dimana dalam setiap siklus terdiri dari empat tahap yaitu: (1) Perencanaan; (2) Pelaksanaan; (3) Pengamatan; dan (4) Refleksi. Subjek dalam penelitian ini adalah siswa kelas XII-IPS 4 SMA Negeri 1 Batu. Instrumen yang digunakan adalah lembar observasi aktivitas belajar, lembar observasi Lesson Study, lembar tes, dan catatan lapangan. Pelaksanaan model pembelajaran inkuiri terdiri dari lima tahap, yaitu: 1) orientasi, 2) merumuskan masalah, 3) mengajukan hipotesis, 4) mengumpulkan data, dan 5) merumuskan kesimpulan.
Berdasarkan hasil analisis data pada siklus I aktivitas belajar siswa secara klasikal adalah sebesar 64,70% dan pada siklus II persentase perolehan aktivitas belajar siswa meningkat menjadi 80,66%. Pada tes evaluasi rata-rata hasil belajar siswa pada siklus I adalah 50% dan pada siklus II mencapai 86%. Berdasarkan hasil penelitian diketahui terjadi peningkatan terhadap aktivitas dan hasil belajar siswa pada setiap siklus. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa penerapan model pembelajaran inkuiri dapat meningkatkan aktivitas dan hasil belajar siswa di kelas XII-IPS 4 SMA Negeri 1 Batu. Berdasarkan kesimpulan tersebut saran untuk guru mata pelajaran dapat menggunakan model pembelajaran inkuiri sebagai salah satu alternatif model pembelajaran.

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *