Penerapan Model Pembelajaran Problem Based Learning Dalam Upaya Meningkatkan Motivasi dan Hasil Belajar Siswa Kelas XI Akuntansi SMK PGRI 6 Malang

Triwahyuni, Ida. 2016. Penerapan Model Pembelajaran Problem Based Learning Dalam Upaya Meningkatkan Motivasi dan Hasil Belajar Siswa Kelas XI Akuntansi SMK PGRI 6 Malang. Skripsi, Jurusan Akuntansi Program Studi Pendidikan Akuntansi, FE. Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Prof. Dr. Bambang. Sugeng, SE, MA, MM, Ak. (II) Dr. H. Tuhardjo, S.E., M.Si., Ak.

Kata kunci : Model Problem Based Learning, motivasi, hasil belajar siswa.

Berdasarkan observasi pendahuluan dengan mewawancarai salah satu guru akuntansi keuangan di SMK PGRI 6 Malang pada hari sabtu tanggal 16 Januari 2016 diketahui bahwa dalam pembelajaran di kelas guru belum menerapkan model pembelajaran yang bermacam-macam. Metode ceramah masih menjadi pilihan utama dalam pelaksanaan kegiatan pembelajaran di dalam kelas. Hal ini mengakibatkan siswa cenderung pasif selama pembelajaran dikelas, siswa cenderung merasa bosan dan mengantuk saat pembelajaran. Untuk mengatasi masalah tersebut, diperlukan model pembelajaran yang dapat meningkatkan motivasi belajar siswa. Model pembelajaran yang diterapkan dalam penelitian ini adalah Model pembelajaran Problem Based Learning (PBL).
Adapun tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan bagaimana penerapan model pembelajaran Problem Based Learning dalam upaya meningkatkan motivasi dan hasil belajar siswa. Subjek penelitiannya adalah siswa kelas XI Akuntansi SMK PGRI 6 Malang sebanyak 30 siswa. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian deskriptif kualitatif untuk motivasi siswa dan kuantitatif untuk hasil belajar siswa. Data pada penelitian ini berupa paparan deskriptif mengenai catatan lapangan untuk mengamati motivasi belajar pada siswa dan nilai post test untuk evaluasi hasil belajar siswa.
Dari hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan model pembelajaran Problem Based Learning meningkatkan motivasi dan hasil belajar siswa. Peningkatan motivasi siswa terlihat dalam catatan insidental lapangan dimana pada siklus I sejumlah 18 siswa menunjukkan respon positif terhadap peningkatan motivasi belajar. Setelah dilaksanakan siklus II, semua siswa menunjukkan peningkatan motivasi belajar. Hasil belajar siswa dapat diketahui melalui post test siklus I dan siklus II. Pada siklus I, jumlah siswa yang mencapai ketuntasan sejumlah 18 siswa . Sedangkan yang belum tuntas sejumlah 12 siswa. Prosentase ketuntasan belajar 60% yang berarti ketuntasan belajar siswa dalam kategori sedang. Setelah dilaksanakan post test siklus II, diketahui siswa yang mencapai ketuntasan 25 siswa sedangkan yang belum mencapai ketuntasan sejumlah 5 siswa. Prosentase ketuntasan belajar meningkat menjadi 83,3% yang berarti ketuntasan belajar siswa dalam kategori tinggi.
Berdasarkan penelitian ini, maka disarankan kepada guru dapat menerapkan, memberikan panduan, dan mengembangkan model pembelajaran Problem Based Learning, khususnya pada materi persediaan ataupun pada materi yang lain. Kepada para peneliti selanjutnya, diharapkan dapat melakukan penelitian tentang penerapan model pembelajaran Problem Based Learning kemudian mengembangkanya.

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *