Penerapan Model Pembelajaran Problem Based Learning-Tutor Sebaya Untuk Meningkatkan Aktivitas Dan Hasil Belajar Siswa Kelas X Ak Smk Muhammadiyah 2 Malang

Firdausiah, Mardiana Riza. 2016. Penerapan Model Pembelajaran Problem Based Learning-Tutor Sebaya Untuk Meningkatkan Aktivitas Dan Hasil Belajar Siswa Kelas X Ak Smk Muhammadiyah 2 Malang. Skripsi. Jurusan Akuntansi. Fakultas Ekonomi. Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Dr. Suparti, M.P. (II) Sawitri Dwi Prastiti, S.E.Ak, M.Si.

Kata Kunci : Problem Based Learning, Tutor Sebaya, Aktivitas, Hasil Belajar

Minimnya penerapan model pembelajaran di SMK Muhammadiyah 2 Malang khususnya kelas X Akuntasi mengakibatkan kejenuhan pada siswa pada saat dilaksanakannya pembelajaran. Kejenuhan ini membuat siswa malas dalam belajar sehingga hasil belajar siswa tidak dapat memenuhi KKM. Penerapan model pembelajaran Problem Based Learning-Tutor Sebaya diharapkan mampu mengatasi kejenuhan siswa dalam belajar sehingga nantinya dapat meningkatkan hasil belajar siswa memenuhi KKM. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana peningkatan aktivitas belajar dan hasil belajar siswa melalui penerapan model pembelajaran Problem Based Learning-Tutor Sebaya.
Jenis penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data melalui observasi, tes dan dokumentasi. Penilaian siswa baik proses ataupun hasil dinilai oleh peneliti bersama dengan tiga observer. Analisis data proses pembelajaran dan aktivitas siswa dilakukan dengan analisis deskriptif kualitatif yang dianalisis dari rubrik penilaian proses, rubrik penilaian aktivitas, dan hasil belajar pada saat pelaksaan pembelajaran.
Penerapan model pembelajaran Problem Based Learning-Tutor Sebaya terbukti dapat meningkatkan aktivitas dan hasil belajar siswa. Namun, peneliti masih memiliki kendala dalam pelaksanaan Problem Based Learning-Tutor Sebaya yaitu guru kurang jelas dalam menjelaskan tahapan Problem Based Learning selama pembelajaran sehingga siswa bertanya terlalu sering kepada guru dan membuat waktu guru berjalan tidak sesuai dengan yang direncanakan. Bagi peneliti selanjutnya, disarankan untuk menjelaskan dengan sangat jelas kepada siswa sehingga peneliti dapat mengestimasi waktu penelitian dengan lebih baik dan pembelajaran berjalan sesuai dengan yang telah direncanakan.

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *