Pengaruh Current Ratio, Return on Assets, dan Kepemilikan Saham Publik Terhadap Kinerja Lingkungan pada Perusahaan Manufaktur

Maulida, Fusvilla Ayu. 2016. Pengaruh Current Ratio, Return on Assets, dan Kepemilikan Saham Publik Terhadap Kinerja Lingkungan pada Perusahaan Manufaktur. Skripsi, Jurusan Akuntansi, Fakultas Ekonomi, Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I): Dr. H. Cipto Wardoyo, S.E., M.Pd., M. Si., Ak, CA Pembimbing (II): Dr. H. Tuhardjo, S.E., M.Si., Ak.

Kata Kunci: Rasio Lancar, Pengembalian Aset, Kepemilikan Saham Publik, dan Kinerja Lingkungan

Sebagian besar perusahaan untuk dapat bertahan dalam persaingan dianggap hanya mementingkan keuntungan sebesar-besarnya tanpa menghiraukan dampak lingkungan yang diakibatkan dari kegiatan usahanya. Namun, seharusnya perusahaan tidak hanya dituntut memperoleh keuntungan dari usahanya tetapi juga harus memberikan kontribusi positif terhadap lingkungan hidup. Dalam teori ligitimasi dan teori agensi manajer dituntut untuk memenuhi kepentingan stakeholder dengan mengungkapkan kinerja lingkungan dan pengungkapan lingkungan serta tanggung jawab yang baik, sehingga aktivitas perusahaan dapat diterima masyarakat.
Populasi dalam penelitian ini adalah perusahaan-perusahaan manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia selama tahun 2012-2014. Sampel dalam penelitian ini adalah 33 perusahaan manufaktur yang dipilih dengan purposive sampling method. Data penelitian ini adalah data kuantitatif dan berupa data sekunder yang diperoleh dari laporan keuangan tahunan yang dipublikasikan pada Bursa Efek Indonesia periode 2012-2014 dan ICMD 2013-2015.
Hasil penelitian ini adalah: 1) tidak terdapat pengaruh positif CR terhadap kinerja lingkungan sehingga semakin besar atau kecil CR perusahaan tidak mempengaruhi kinerja lingkungan perusahaan. 2) terdapat pengaruh positif ROA terhadap kinerja lingkungan sehingga ketika ROA naik maka kinerja lingkungan perusahaan akan naik, begitu juga sebaliknya. 3) tidak terdapat pengaruh positif kepemilikan saham publik terhadap kinerja lingkungan sehingga semakin besar atau kecil kepemilikan saham publik pada perusahaan tidak mempengaruhi kinerja lingkungan perusahaan. Keterbatasan penelitian ini adalah terdapat beberapa data perusahaan yang kurang lengkap, yaitu sebagian besar perusahaan tidak mencantumkan penyisihan untuk biaya lingkungan pada laporan keuangannya secara jelas. Saran bagi pihak perusahaan sebaiknya tidak hanya berfokus pada kinerja keuangan perusahaan, tetapi juga harus memperhatikan kinerja lingkungan dan melakukan pengungkapan tanggung jawab lingkungan. Bagi peneliti selanjutnya disarankan untuk menambah variabel bebas lain yang mempengaruhi kinerja lingkungan perusahaan, misalnya leverage.

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *