Pengaruh Ekstensifikasi Pajak, Pemeriksaan Pajak, Tingkat Kepatuhan Pajak, dan Surat Tagihan Pajak terhadap Penerimaan Pajak penghasilan Pasal 25 Wajib Pajak Orang Pribadi (Studi Kasus pada KPP Pratama Batu Tahun 2010-2015)

Nurardian, Muchamad. 2016. Pengaruh Ekstensifikasi Pajak, Pemeriksaan Pajak, Tingkat Kepatuhan Pajak, dan Surat Tagihan Pajak terhadap Penerimaan Pajak penghasilan Pasal 25 Wajib Pajak Orang Pribadi (Studi Kasus pada KPP Pratama Batu Tahun 2010-2015). Skripsi, Program Studi S1 Akuntansi, Jurusan Akuntansi, Fakultas Ekonomi, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Hj Endang Sri Andayani, S.E., M.Si., Ak., (II) Diana Tien Irafahmi, S.Pd., M.Ed.

Kata Kunci : Ekstensifikasi Pajak, Pemeriksaan Pajak, Tingkat Kepatuhan Pajak, Penerimaan PPh Pasal 25

Penerimaan pajak memiliki peran yang sangat besar sebagai sumber utama penerima negara dalam menopang perekonomian. Optimalisasi penerimaan pajak merupakan salah satu cara untuk mendanai pembangunan yang bersumber dalam negeri. Salah satu penerimaan pajak yang paling potensial adalah Pajak penghasilan yang kontribusinya lebih dari 30% dari keseluruhan penerimaan pajak. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan pengaruh antara variabel bebas ekstensifikasi pajak, pemeriksaan pajak, tingkat kepatuhan pajak, dan surat tagihan pajak terhadap penerimaan PPh pasal 25 orang pribadi.
Penelitian dilakukan di KPP Pratama Batu dengan menggunakan sumber data sekunder. Variabel ekstensifikasi pajak diukur dengan jumlah wajib pajak setiap bulan dikurangi dengan bulan sebelumnya. Pemeriksaan pajak diukur dengan SKP yang diterbitkan oleh KPP Pratama Batu setiap bulan. Tingkat kepatuhan pajak diukur dari jumlah SPT Masa PPh pasal 25 yang dilaporkan setiap bulan dibagi dengan jumlah wajib pajak efektif. Surat tagihan pajak diukur dari jumlah penerbitan surat tagihan pajak setiap bulannya dan penerimaan pajak diukur dari penerimaan angsuran PPh pasal 25 orang pribadi selama tahun 2010-2015. Sampel dalam penelitian ini adalah bulan selama periode penelitian yaitu 72 bulan dari bulan januari 2010-desember 2015.
Hasil penelitian menunjukan bahwa secara simultan ekstensifikasi pajak, pemeriksaan pajak, tingkat kepatuhan pajak, dan STP berpengaruh secara bersama-sama terhadap penerimaan PPh pasal 25 OP. Sedangkan secara parsial ekstensifikasi pajak dan pemeriksaan pajak tidak berpengaruh terhadap penerimaan PPh pasal 25 orang pribadi, tingkat kepatuhan pajak dan surat tagihan pajak berpengaruh positif terhadap penerimaan PPh pasal 25 orang pribadi. Nilai R Square sebesar 0,271 sehingga dapat disimpulkan bahwa sebesar 27,1% penerimaan PPh Pasal 25 orang pribadi disebabkan oleh perubahan ekstensifikasi pajak, pemeriksaan pajak, tingkat kepatuhan pajak, dan surat tagihan pajak, sedangkan sisanya sebesar 72,9% disebabkan oleh faktor lain. Saran untuk penelitian selanjutnya adalah menggunakan metode wawancara serta menambahkan variabel lain. Selain itu, KPP Pratama Batu diaharapka lebih intensif dalam melakukan penyuluhan.

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *