Pengaruh Fee Audit, Tekanan Anggaran Waktu, dan Tindakan Supervisi terhadap Perilaku Disfungsional Auditor (Studi Empiris pada Kantor Akuntan Publik kota Malang)

Mentari, Sri Kencana. 2016. Pengaruh Fee Audit, Tekanan Anggaran Waktu, dan
Tindakan Supervisi terhadap Perilaku Disfungsional Auditor (Studi
Empiris pada Kantor Akuntan Publik kota Malang).
Skripsi, Jurusan
Akuntansi, Fakultas Ekonomi, Universitas Negeri Malang. Pembimbing
(1) Dr. Eka Ananta Sidharta, S.E., C.A, (2) Nujmatul L, S.Pd, M.SA.
Kata Kunci: Fee Audit, Tekanan Anggaran Waktu, Tindakan Supervisi, Perilaku
Disfungsional Auditor
Berdasarkan standar audit, Sumber Daya Manusia (SDM) memegang
peranan penting dalam praktik audit. Auditor dituntut untuk memiliki
independensi, bersikap profesional dan memberikan tindakan supervisi yang tepat
jika memerlukan asisten dalam pekerjaannya, namun tidak dapat dipungkiri
auditor juga harus memperhatikan keinginan klien dan kantor akuntan publik
yang menaungi. Adanya kompetisi pasar audit serta tekanan KAP dan klien
berpotensi mempengaruhi perilaku auditor. Tekanan yang dimaksud adalah
tekanan yang diberikan KAP untuk memberikan pelayanan maksimal pada klien,
dan padatnya anggaran waktu yang diberikan KAP pada auditor dalam
melaksanakan audit perusahaan klien. Tekanan tersebut akan menjadi kontra pada
diri auditor ketika auditor tidak mendapatkan imbalan finansial yang semestinya
dan tidak mendapat arahan yang baik selama pelaksanaan prosedur audit. Hal ini
dapat menciptakan ketegangan atau konflik dalam diri auditor yang mengarah
pada perilaku disfungsional. Jika auditor tidak melakukan tindakan sesuai Standar
Profesional Akuntan Publik (SPAP), maka akan menimbulkan penurunan
kualitas hasil audit dan dapat menyesatkan pengguna laporan tersebut. Beberapa
faktor yang diindikasi berpengaruh terhadap perilaku disfungsional auditor yaitu
fee audit, tekanan anggaran waktu, dan tindakan supervisi.
Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh
fee audit, tekanan
anggaran waktu, dan tindakan supervisi terhadap perilaku disfungsional auditor.
Populasi dalam penelitian ini adalah auditor yang bekerja di KAP kota Malang.
Teknik pengumpulan data pada penelitian ini adalah dengan cara menyebar
kuisioner (angket) kepada auditor yang bekerja di KAP kota Malang. Analisis
data dilakukan dengan menggunakan regresi berganda dengan program
Statistical
Package for Social Science
(SPSS) versi 21.0.
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: (1)
fee audit tidak berpengaruh
negatif signifikan terhadap perilaku disfungsional auditor, (2) tekanan anggaran
waktu berpengaruh positif signifikan terhadap perilaku disfungsional auditor, dan
(3) tindakan supervisi tidak berpengaruh negatif signifikan terhadap perilaku
disfungsional auditor. Selain itu, berdasarkan
Adjusted R square variabel fee
audit, tekanan anggaran waktu dan tindakan supervisi mampu menerangkan
variabel perilaku disfungsional auditor sebesar 13,4%, sedangkan 86,6%
dijelaskan oleh variabel-variabel lain di luar variabel yang diteliti dalam penelitian
ini.

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *