Pengaruh Pendapatan Asli Daerah, Dana Perimbangan, Pendapatan Daerah Lain-Lain yang Sah terhadap Tingkat Kemandirian Keuangan Pemerintah Daerah Kabupaten dan Kota di Provinsi Jawa Timur Periode 2012-2014

Hapsari, Tyas Ros. 2016. “Pengaruh Pendapatan Asli Daerah, Dana Perimbangan, Pendapatan Daerah Lain-Lain yang Sah terhadap Tingkat Kemandirian Keuangan Pemerintah Daerah Kabupaten dan Kota di Provinsi Jawa Timur Periode 2012-2014”. Skripsi, Jurusan Akuntansi, Fakultas Ekonomi, Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Hj. Yuli Widi Astuti, S.E., M.Si., Ak. (II) Dr. Dodik Juliardi, S.E, M.M., Ak.

Kata kunci: Pendapatan Asli Daerah, Dana Perimbangan, Pendapatan Daerah Lain yang Sah, Tingkat Kemandirian Keuangan Daerah

Penelitian ini bertujuan untuk menguji pendapatan asli daerah, dana perimbangan, pendapatan daerah lain yang sah terhadap tingkat kemandirian keuangan pemerintah daerah kabupaten dan kota di provinsi jawa timur. Mengenai kewenangan otonomi daerah yang diberikan kepada daerah untuk mengatur semua urusan pemerintahan didasarkan pada good governance theory yaitu tata kelola yang baik dan serangkaian mekanisme yang mengarahkan, mengendalikan pengelolaan keuangan daerah sesuai dengan harapan serta mampu mendorong pembangunan daerah karena melalui otonomi daerah dan tata kelola yang baik kemandirian dalam menjalankan pembangunan dapat dilakukan secara efektif dan efisien. Variabel PAD, dana perimbangan, pendapatan daerah lain yang sah diukur denga rasio kontribusi, sedangkan variabel tingkat kemandirian diukur dengan rasio kemandirian keuangan daerah.
Populasi dalam penelitian ini sejumlah 38 kabupaten dan kota. Penentuan sampel yang dipakai dalam penelitian ini adalah teknik sampling jenuh yaitu seluruh anggota populasi yakni seluruh kabupaten dan kota di Provinsi Jawa Timur yang berjumlah 38 yang terdiri dari 29 kabupaten dan 9 kota periode 2012-2014. Jenis data yang digunakan adalah data sekunder. Data diperoleh dari situs departeman keuangan republik Indonesia direktorat jendral perimbangan keuangan dan badan pusat statistik provinsi jawa timur. Data yang dianalisis dalam penelitian ini adalah data laporan anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD). Analisis data menggunakan regresi berganda dan pengujian hipotesis dilakukan dengan koefisien determinasi (R2) dan menggunakan uji t.
Berdasarkan hasil analisis regresi berganda dan uji t, secara parsial PAD berpengaruh positif terhadap tingkat kemandirian keuangan daerah, dana perimbangan, dan pendapatan daerah lain yang sah berpengaruh negatif terhadap tingkat kemandirian keuangan daerah. Besarnya koefisien determinasi PAD, dana perimbangan, pendapatan daerah lain yang sah dalam menjelaskan variabel tingkat kemandirian keuangan daerah sebesar 0,948.

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *