Pengaruh Rasio EPS, ROE, dan NPM Terhadap Harga Saham Perusahaan Yang Terdaftar Dalam Indeks LQ45 Bursa Efek Indonesia Periode 2013-2015

Diswanto, Rizal Junistyo. 2016. Pengaruh Rasio EPS, ROE, dan NPM Terhadap Harga Saham Perusahaan Yang Terdaftar Dalam Indeks LQ45 Bursa Efek Indonesia Periode 2013-2015. Skripsi, Jurusan Akuntansi Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Sriyani Mentari, S.Pd., M.M., (2) Dr. H. Eka Ananta Sidharta, S.E., M.M., C.A.

Kata Kunci: EPS, ROE, NPM dan Harga Saham.

Laporan keuangan mengandung banyak informasi yang berguna dalam menggambarkan kondisi perusahaan. Investor saham merupakan pihak yang paling berkepentingan terhadap perkembangan perusahaan dan menitikberatkan pada profitabilitas dan risiko perusahaan. profitabilitas perusahaan dapat diukur dengan menggunakan rasio profitabilitas seperti EPS, ROE, dan NPM. Seiring waktu harga saham akan bergerak naik dan turun mengikuti permintaan dan penawaran yang terjadi, akibat keputusan investor di pasar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh EPS, ROE, dan NPM terhadap harga saham.
Populasi dalam penelitian ini adalah perusahaan yang terdaftar dalam Indeks LQ45 periode 2013-2015, dimana ditentukan 33 perusahaan sebagai sampel berdasarkan metode purposive sampling. Metode pengumpulan data dengan teknik dokumentasi dari data sekunder yang dipublikasikan oleh BEI berupa laporan keuangan dan Performance Profile perusahaan. Tahap analisis data untuk menguji hipotesis dilakukan dengan uji asumsi klasik dan regresi linier berganda menggunakan software SPSS.
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa secara parsial variabel EPS, ROE dan NPM berpengatuh signifikan terhadap harga saham, variabel EPS dan ROE memiliki arah positif sedangkan variabel NPM menunjukkan hasil yang berbeda karena memiliki arah negatif. Hal ini mungkin disebabkan kondisi ekonomi indonesia yang mendapatkan tantangan dari perekonomian global. Penelitian ini hanya terbatas pada indeks LQ45 periode 2013-2015, maka disarankan menambahkan rasio keuangan lain, periode pengamatan lebih panjang, dan jumlah sampel dari indeks atau kelompok industri tertentu.

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *