Pengaruh Return on Assets (ROA), Ukuran Perusahaan, Struktur Industri, Persentase Penawaran Saham, dan Reputasi Underwriter terhadap Kinerja Jangka Panjang Saham IPO (Studi pada Perusahaan yang Melakukan IPO tahun 2008-2011)

Nasmi, Deviani Mega. 2015. Pengaruh Return on Assets (ROA), Ukuran Perusahaan, Struktur Industri, Persentase Penawaran Saham, dan Reputasi Underwriter terhadap Kinerja Jangka Panjang Saham IPO (Studi pada Perusahaan yang Melakukan IPO tahun 2008-2011). Skripsi, Jurusan Akuntansi, Fakultas Ekonomi, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Ika Putri Larasati, S.E., M.Com. (II) Bety Nur Achadiyah, S.Pd., M.Sc.
Kata Kunci: Kinerja jangka panjang saham IPO, return on assets, total aset, price book value, persentase penawaran saham, reputasi underwriter
Initial Public Offering (IPO) adalah langkah awal bagi perusahaan untuk go public. Undang-undang Nomor 8 Tahun 1995 tentang Pasar Modal mendefinisikan penawaran umum perdana sebagai kegiatan penawaran efek yang dilakukan oleh emiten untuk menjual efek kepada masyarakat berdasarkan tata cara yang diatur dalam undang-undang dan peraturan pelaksanaannya. IPO dapat menjadi peluang besar bagi investor untuk memperoleh keuntungan yang tinggi namun tidak semua saham IPO memiliki kinerja yang baik pasca listing di bursa efek. Menurut Suhartono dan Qudsi (2009:95), analisa fundamental merupakan pendekatan yang paling tepat apabila tujuan investor adalah untuk jangka panjang atau berinvestasi secara pasif dengan strategi utama beli dan pegang. Sesuai dengan signaling theory investor menganggap bahwa informasi mengenai nilai ROA perusahaan, total aset sebagai proksi ukuran perusahaan, price book value (PBV) sebagai proksi struktur industri, dan nilai penawaran saham merupakan sinyal bagi investor mengenai prospek perusahaan di masa depan. Investor akan merespon sinyal tersebut dengan berinvestasi pada saham perusahaan IPO dan dimiliki dalam jangka panjang. Sementara menurut withdrawn initial public offering theory, apabila reputasi underwriter baik harga saham ketika IPO mencerminkan kondisi fundamental perusahaan sehingga dalam jangka panjang harga saham tidak akan turun menuju nilai wajar saham.
Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh ROA, ukuran perusahaan, struktur industri, persentase penawaran saham, dan reputasi underwriter terhadap kinerja jangka panjang saham IPO menggunakan teknik analisis regresi linear berganda. Populasi penelitian ini adalah perusahaan yang melakukan IPO di Bursa Efek Indonesia periode 2008-2011. Pengambilan sampel menggunakan teknik purposive sampling dan terpilih 51 perusahaan. Data yang digunakan merupakan data sekunder berupa laporan keuangan yang dipublikasikan di website Bursa Efek Indonesia dan prospektus perusahaan yang diterbitkan ketika IPO.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa ROA, ukuran perusahaan, struktur industri, persentase penawaran saham, dan reputasi underwriter secara parsial tidak berpengaruh terhadap kinerja jangka panjang saham IPO. Hal ini disebabkan karena keterbatasan ROA sebagai alat analisis perusahaan, keterbatasan penyajian dan pelaporan nilai aset dalam laporan posisi keuangan perusahaan, kondisi ekonomi makro khususnya inflasi, motif go public, perilaku herding investor, dan adanya fenomena direct shared programs (DSP).

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *