Pengaruh Tingkat Kesehatan Bank Terhadap Return Saham Perbankan

Arifin, Zaenal. 2016. Pengaruh Tingkat Kesehatan Bank Terhadap Return Saham Perbankan.
Skripsi, Jurusan Akuntansi. Fakultas Ekonomi, Universitas Negeri Malang. Pembimbing
(1) Ibu Dr. Endang Sri Andayani, S.E., M.Si., Ak. dan pembimbing (2) Bpk. Dr. H. Cipto
W. S.E., M.Pd., M.Si., Ak., CA.

Kata Kunci : NPL, CGPI, NIM, CAR, Return Saham
Bank adalah salah satu badan usaha finansial yang menghimpun dana dari masyarakat
dalam bentuk simpanan dan menyalurkan kepada masyarakat dalam bentuk kredit dan atau
bentuk-bentuk lainnya dalam rangka meningkatkan taraf hidup masyarakat banyak (UU
Perbankan pasal 1). Adapun peranan bank sebagai lembaga perantara dalam kegiatan
perekonomian, sebagai lembaga moneter, lembaga penyelenggara sistem pembayaran, dan
sebagai lembaga pendorong perekonomian nasional. Pentingnya peran perbankan akan
mendorong investor untuk menanamkan modalnya dalam sektor ini dan layak untuk terus
dijadikan objek penelitian. Dalam hariaan GATRAnews diungkapkan bahwa “perbankan
menjadi salah satu pilihan investor dalam menanamkan modalnya”, sehingga penting bagi
investor untuk melakukan penilaian kesehatan bank yang akan dijadikan tempat investasi.
Indikator kesehatan bank dalam penelitian ini menggunakan metode RGEC (Risk Profile
menggunakan NPL sebagai proksi pengukuran, Good Corporate Governance (GCG)
menggunakan CGPI Index oleh IICG, NIM digunakan sebagai proksi pengukuran Earnings dan
CAR digunakan untuk proksi dalam mengukur Capital.
Unit analisis data dalam penelitian ini adalah laporan keuangan dan laporan GCG yang
diterbitkan oleh IICG. Selama periode 2011-2014 terdapat 37 bank umum tercatat sebagai
populasi dan setelah melakukan purposive sampling, sampel yang memenuhi kriteria sebanyak
11 bank umum. Pengujian dalam penelitian ini adalah uji regresi linier berganda dengan uji
asumsi klasik sebagai syarat utamanya, uji ANOVA dan uji t.
Hasil analisis data menunjukkan nilai sig. masing-masing variabel sebesar NPL sebesar
0,4; CGPI sebesar 0,193; NIM sebesar 0,929 dan CAR sebesar 0,244. F hitung dalam penelitian
ini mendapatkan hasil sebesar 0,528. Hasil penelitian menunjukkan bahwa variabel NPL,CGPI,
NIM dan CAR baik secara simultan maupun parsial menggunakan uji regresi linier berganda,
tidak memiliki pengaruh terhadap return saham.
Bagi peneliti selanjutnya diharapkan untuk menambah periode dalam pengamatan
sehingga dapat menghasilkan data yang lebih valid. Para peneliti selanjutnya juga diharapkan
menggunakan proksi indikator kesehatan bank yang lain seperti risiko pasar, risiko likuiditas,
risiko operasional, risiko kepatuhan, dan faktor eksternal lainnya seperta inflasi dan nilai tukar
rupiah, serta melihat dari jenis bank yang akan dijadikan sampel. Peneliti juga dapat melihat
variabel lainnya dari pengawasan laporan keuangan seperti komite audit dan dewan direksi
perbankan sebagai salah satu proksi pengukuran GCG

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *